Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah? Ini Makna dan Bacaan Niatnya

  • 26 Mei 2026 06:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya berdasarkan hadis Rasulullah SAW.
  • Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi amalan sunnah yang dianjurkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
  • Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dzikir, dan amal saleh saat menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi dua amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah. Kedua puasa tersebut dikerjakan menjelang Hari Raya Iduladha dan memiliki keutamaan besar bagi umat Islam.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Kedua hari itu termasuk bagian sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang sangat dimuliakan dalam Islam.

Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa Tarwiyah dan Arafah dianjurkan khususnya bagi umat Islam yang tidak berhaji. Amalan tersebut menjadi kesempatan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah sebelum Hari Arafah. Nama “Tarwiyah” berkaitan dengan tradisi jamaah haji mempersiapkan bekal air menuju Arafah.

Meski hadis khusus tentang keutamaan puasa Tarwiyah dinilai lemah oleh sebagian ulama, amalan tersebut tetap dianjurkan. Puasa ini termasuk bagian amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang sangat dicintai Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh selain awal Dzulhijjah. Karena itu, puasa Tarwiyah tetap dianjurkan sebagai bagian memperbanyak ibadah sunnah.

Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah. Hari tersebut menjadi puncak ibadah haji ketika jamaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW menyebut puasa ini memiliki keutamaan menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Artinya: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Mengapa Puasa Tarwiyah dan Arafah Dianjurkan?

Para ulama menjelaskan kedua puasa tersebut menjadi bagian amalan mulia pada awal bulan Dzulhijjah. Momentum tersebut dianggap sangat istimewa karena pahala amal saleh dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Imam Ibnu Hajar al-Haitami juga menyebut puasa Tarwiyah dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian menyambut Hari Arafah. Sebab, terdapat kemungkinan perbedaan penentuan tanggal dalam penanggalan hijriah.

Sementara bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, ulama menjelaskan puasa Arafah tidak dianjurkan. Hal tersebut bertujuan menjaga kekuatan fisik jamaah saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Niat puasa Tarwiyah dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, niat puasa sunnah juga diperbolehkan pada siang hari selama belum membatalkan puasa.

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta’ālā.”

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta’ālā.”

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi kesempatan berharga memperbanyak amal saleh pada bulan Dzulhijjah. Umat Islam juga dianjurkan mengisi hari-hari tersebut dengan doa, dzikir, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....