Puasa Arafah 2026: Jadwal, Niat dan Keutamaannya
- 25 Mei 2026 19:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Puasa Arafah 2026 diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026
- Puasa Arafah memiliki keutamaan besar, termasuk menghapus dosa selama dua tahun
- Hari Arafah menjadi waktu terbaik memperbanyak doa, zikir, dan amal saleh
RRI.CO.ID, Jakarta – Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunah menjelang Hari Raya Iduladha pada bulan Zulhijah. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar adalah puasa Arafah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah.
Puasa Arafah ini dikerjakan sehari sebelum Iduladha dan bertepatan dengan puncak ibadah haji di Padang Arafah. Ibadah sunah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, puasa Arafah memiliki pahala dan keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menyebut puasa tersebut dapat menjadi penghapus dosa selama dua tahun.
Berdasarkan kalender Hijriah tahun ini, puasa Arafah yang dilaksanakan 9 Zulhijah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sedangkan Hari Raya Iduladha diperkirakan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan puasa Arafah, niat dapat dibaca sejak malam hari. Berikut bacaan niat puasa Arafah dalam tulisan Arab, latin, dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Selain itu, puasa Arafah juga memiliki sejumlah keutamaan besar bagi umat Islam yang menjalankannya dengan ikhlas. Keistimewaan tersebut dijelaskan dalam sejumlah hadits Rasulullah SAW, di antaranya sebagai berikut:
- Menghapus dosa selama dua tahun
Puasa Arafah diyakini menjadi amalan yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan ini menjadi salah satu keistimewaan terbesar puasa Arafah dibandingkan puasa sunnah lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَة
Artinya: "Puasa pada hari Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang." (HR. Muslim)
- Termasuk hari terbaik dalam Islam
Hari Arafah berada dalam sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang dikenal sebagai hari-hari paling mulia di sisi Allah SWT. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, zikir, dan amal saleh.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمَ عِندَ اللَّهِ وَلَا أَحَبَّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal salih yang lebih dicintai oleh-Nya melebihi hari-hari ini (10 hari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad)
- Menjadi waktu doa mustajab dan bebas dari neraka
Hari Arafah dikenal sebagai waktu penuh rahmat dan pengampunan sehingga menjadi kesempatan terbaik memperbanyak doa kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memohon ampunan, kesehatan, hingga keberkahan hidup pada hari tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
Artinya: "Tidak ada hari di mana Allah paling banyak membebaskan seseorang dari neraka selain pada hari Arafah." (HR. Muslim)
Puasa Arafah tidak hanya menjadi ibadah sunah menjelang Iduladha, tetapi juga momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan serta memperbanyak doa dan amal kebaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....