Ragam Tradisi Iduladha Unik di Berbagai Daerah Indonesia, Sarat Makna dan Budaya

  • 25 Mei 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi khas dalam menyambut Idul Adha.
  • Tradisi seperti Meugang, Grebeg Gunungan, hingga Manten Sapi masih dilestarikan masyarakat.
  • Perayaan Idul Adha juga menjadi momen mempererat kebersamaan dan menjaga budaya daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Iduladha di Indonesia tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban. Di sejumlah daerah, masyarakat juga memiliki tradisi khas yang diwariskan turun-temurun dan masih dijaga hingga sekarang.

Setiap daerah menghadirkan cara berbeda dalam menyambut Iduladha. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang berpadu dengan nilai religius dan semangat kebersamaan.

1. Meugang - Aceh

Di Aceh, masyarakat mengenal tradisi Meugang menjelang Iduladha. Warga biasanya memasak daging dan makan bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur menyambut hari raya.

Tradisi ini juga menjadi momen berbagi kepada tetangga dan kerabat. Tidak sedikit masyarakat yang membagikan makanan kepada warga sekitar agar suasana hari raya bisa dirasakan bersama.

2. Grebeg Gunungan - Yogyakarta

Sementara itu, masyarakat Yogyakarta memiliki tradisi Grebeg Gunungan yang digelar Keraton Yogyakarta saat hari besar Islam. Gunungan berisi hasil bumi akan diarak sebelum nantinya diperebutkan warga.

Masyarakat percaya isi gunungan membawa keberkahan dan kemakmuran. Tradisi tersebut juga menjadi daya tarik wisata budaya yang selalu dinantikan warga maupun wisatawan.

3. Manten Sapi - Pasuruan

Di Pasuruan, Jawa Timur, terdapat tradisi Manten Sapi yang cukup unik. Hewan kurban dihias menyerupai pengantin sebelum diarak keliling kampung oleh warga.

Tradisi itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan kurban. Selain itu, arak-arakan juga menjadi simbol suka cita masyarakat menyambut Iduladha.

4. Mepe Kasur - Banyuwangi

Masyarakat Banyuwangi juga memiliki tradisi khas bernama Mepe Kasur. Warga menjemur kasur berwarna merah dan hitam secara bersamaan di depan rumah masing-masing.

Tradisi tersebut dipercaya sebagai simbol membersihkan diri dari hal-hal buruk. Kegiatan itu juga menjadi penanda masyarakat bersiap menyambut hari raya dengan suasana baru.

5. Toron dan Nyalasi - Madura

Di Madura, tradisi Toron dan Nyalasi masih rutin dilakukan menjelang Iduladha. Para perantau biasanya pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga dan berziarah ke makam leluhur.

Momen itu dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga. Tradisi ziarah juga menjadi bentuk penghormatan kepada anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

6. Ngejot - Bali

Sementara di Bali, masyarakat Muslim menjalankan tradisi Ngejot dengan saling berbagi makanan kepada tetangga. Tradisi ini menjadi simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.

Tradisi Ngejot sendiri sudah berjalan turun-temurun hingga saat ini. Sering kali beberapa wisatawan dapat merasakan suasana ini ketika sedang berwisata di Bali saat bertepatan dengan momen Iduladha.

Keberagaman tradisi Iduladha di berbagai daerah menunjukkan kuatnya hubungan antara budaya dan nilai keagamaan di Indonesia. Meski memiliki bentuk berbeda, seluruh tradisi tersebut sama-sama mengajarkan rasa syukur, kepedulian, dan kebersamaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....