WNI Relawan Gaza Herubowo Ceritakan Kekerasan Semasa Penahanan oleh Israel
- 26 Mei 2026 07:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rahendro Herubowo mengaku mengalami kekerasan fisik dan tekanan mental selama ditahan aparat Israel.
- Relawan Global Sumud Flotilla disebut dipukul, ditendang, hingga dilempari granat kejut selama penahanan.
- Heru mengungkap dirinya sempat disetrum beberapa kali pada bagian badan, kaki, dan punggung.
RRI.CO.ID, Tangerang - Relawan kemanusiaan asal Indonesia, Rahendro Herubowo mengungkapkan dugaan kekerasan fisik dan tekanan mental selama ditahan militer Israel. Jurnalis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla itu mengaku mengalami perlakuan keras selama masa penahanan berlangsung.
Menurut Heru, tekanan fisik dan mental mulai dialami para relawan sejak masih berada di atas kapal bantuan kemanusiaan. “Setiap mereka melakukan sesuatu, mereka melempari kita granat kejut yang cukup keras,” ujar Heru kepada awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 24 Mei 2026.
Heru mengatakan para relawan juga dipaksa berjalan dengan kepala menunduk saat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Menurutnya, relawan yang mencoba mengangkat kepala langsung mendapat tindakan kekerasan dari aparat Israel.
“Pada saat kita dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, kita harus nunduk dan tidak boleh angkat kepala sedikit pun. Angkat kepala sedikit, kita ditendang dan dipukul,” katanya.
Ia juga menceritakan para relawan beberapa kali dibawa menuju ruangan khusus selama masa penahanan berlangsung. Heru menyebut ruangan tersebut digunakan aparat Israel untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap para tahanan.
“Saya sempat jatuh dan diinjak. Saya juga sempat disetrum juga beberapa kali di bagian badan, kaki, dan punggung saya,” ujar Heru.
Menurut Heru, pengalaman tersebut menjadi bagian dari tekanan fisik dan psikologis yang dialami para relawan internasional selama ditahan. Ia menilai perlakuan tersebut tidak mencerminkan prinsip kemanusiaan terhadap aktivis sipil yang membawa bantuan untuk Gaza.
Sebelumnya, sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla ditahan militer Israel pada 19 Mei 2026 saat membawa bantuan menuju Gaza. Setelah melalui diplomasi intensif Pemerintah Indonesia dan dukungan internasional, seluruh relawan akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....