Meski Sempat Ditahan Militer Israel, Semangat Asad Aras Tak Pernah Padam

  • 24 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Relawan Indonesia Asad Aras Muhammad tetap bersemangat membela Palestina usai ditahan militer Israel.
  • Keluarga menyebut Asad mengalami tekanan psikis selama menjalani penahanan dalam misi kemanusiaan Gaza.
  • Asad disebut ingin melanjutkan gerakan kemanusiaan lebih besar setelah kembali ke Indonesia.

RRI.CO.ID, Tangerang - Relawan kemanusiaan asal Indonesia, Asad Aras Muhammad, mengaku tetap memiliki semangat membantu Palestina usai sempat ditahan militer Israel. Aktivis yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta bersama delapan relawan lainnya, Minggu, 24 Mei 2026.

Kedatangan Asad disambut keluarga yang telah menunggu di Jakarta sejak beberapa hari terakhir. Suasana haru terlihat ketika keluarga akhirnya dapat kembali bertemu setelah proses penahanan selama misi kemanusiaan menuju Gaza berlangsung.

Kakak Asad, Rafika Aras, mengaku bersyukur adiknya kini telah dibebaskan dan kembali dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah adik saya sekarang sudah mendapatkan kebebasan, insyaallah sebentar lagi akan berada di tengah-tengah kita,” ujar Rafika.

Menurutnya, selama masa penahanan Asad tidak mengalami kekerasan fisik secara langsung dari pihak penahan. Namun, ia menyebut adiknya sempat menerima tekanan mental dan perlakuan tidak menyenangkan selama ditahan.

“Alhamdulillah kondisi beliau saat ini sehat, sudah dilakukan pemeriksaan. Meskipun selama disandera tidak mengalami kekerasan fisik, beliau diejek dan mengalami kekerasan psikis," ucapnya.

Rafika mengatakan keluarga terus memberikan dukungan penuh terhadap langkah kemanusiaan yang dijalankan Asad selama ini. Ia menilai adiknya memiliki kepedulian besar terhadap penderitaan masyarakat Palestina akibat konflik berkepanjangan.

“Beliau punya semangat juang yang tinggi, terutama untuk saudara-saudara kita yang berada di Palestina. Salah satu misi utama beliau ingin membantu membuka blokade Gaza karena kita tahu genosida masih terjadi hingga saat ini,” kata Rafika.

Meski belum sempat berbincang panjang secara langsung, Rafika mengatakan Asad sempat melakukan panggilan video dengan keluarga. Dalam percakapan tersebut, Asad disebut masih bersemangat melanjutkan aksi kemanusiaan berikutnya setelah kembali ke Indonesia.

“Alhamdulillah karena dengan semangat beliau bisa mengalahkan semuanya. Beliau mengatakan setelah ini akan ada lagi gerakan-gerakan yang lebih besar selanjutnya,” ujarnya.

Rafika menambahkan dukungan dan doa masyarakat menjadi kekuatan besar bagi Asad selama menjalani masa penahanan. Keluarga berharap Asad dapat segera kembali ke kampung halaman di Sulawesi Selatan setelah seluruh proses kepulangan selesai dilakukan.

“Dengan dukungan doa dari semua teman-teman. Insyaallah semangat beliau tidak akan surut,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....