Kisah Hendro Ungkap Momen Relawan Gaza Sempat Mogok Makan Selama Ditahan Israel
- 26 Mei 2026 07:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hendro Prasetyo mengungkap relawan Global Sumud Flotilla sempat melakukan mogok makan saat ditahan militer Israel.
- Para relawan menolak makanan pemberian Israel karena khawatir terhadap keamanan makanan dan minuman tersebut.
- Hendro menyebut para aktivis mengalami kelaparan dan dehidrasi akibat minimnya akses makanan serta air bersih selama penahanan.
RRI.CO.ID, Tangerang - Relawan kemanusiaan asal Indonesia, Hendro Prasetyo mengungkapkan para aktivis Global Sumud Flotilla sempat melakukan mogok makan selama ditahan militer Israel. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap perlakuan selama masa penahanan berlangsung.
Menurut Hendro, pihak Israel sempat memberikan makanan dan minuman kepada para relawan selama penahanan berlangsung. Namun, para aktivis memilih tidak mengonsumsi makanan tersebut karena merasa khawatir terhadap kondisi keamanan pemberian tersebut.
“Prinsip kami, segala yang mereka berikan itu semuanya adalah penderitaan. Kami tidak tahu apakah mengandung racun atau tidak,” ujar Hendro dalam pernyataannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 24 Mei 2026.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar aktivis mengalami kelaparan hingga dehidrasi cukup berat selama berada di bawah pengawasan militer Israel. “Mereka menahan diri untuk tidak memakan roti dan mineral yang diberikan Israel selama tiga hingga lima hari,” katanya.
Hendro mengaku kondisi dehidrasi akhirnya membuat dirinya tidak lagi mampu bertahan tanpa minum sama sekali. Ia menyebut sebagian relawan akhirnya terpaksa mengonsumsi air dalam jumlah sangat terbatas demi mempertahankan kondisi tubuh.
“Dehidrasinya tidak bisa saya tahan lagi, jadi akhirnya sempat meminum,” ucapnya. Selain mogok makan, Hendro juga menggambarkan kondisi para relawan saat dipindahkan menuju ruang penahanan di kapal militer Israel.
“Jadi kami minum semacam air keran. Kami dikasih air teko untuk dibagi ke 30 orang, per orang hanya minum tiga kali teguk,” ujar Hendro.
Hendro merupakan salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia peserta misi kemanusiaan menuju Gaza yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 24 Mei 2026. Mereka sebelumnya ditahan militer Israel setelah kapal bantuan dicegat di perairan internasional.
Sebelumnya, sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla ditahan militer Israel saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza pada 19 Mei 2026. Setelah melalui diplomasi intensif Pemerintah Indonesia dan dukungan internasional, seluruh relawan akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....