Internet Mati, Begini Pengakuan Relawan Sebelum Dicegat Militer Israel

  • 25 Mei 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Andre Prasetyo Nugroho mengungkap kapal Global Sumud Flotilla kehilangan akses internet sebelum dicegat militer Israel.
  • Relawan membuang telepon genggam dan benda tajam demi menghindari penyitaan saat penangkapan berlangsung.
  • Andre menegaskan solidaritas relawan internasional tetap kuat meski gagal menembus blokade Gaza.

RRI.CO.ID, Tangerang - Relawan kemanusiaan asal Indonesia, Andre Prasetyo Nugroho mengungkapkan kapal Global Sumud Flotilla kehilangan akses internet beberapa jam sebelum dicegat militer Israel. Akibatnya, para relawan tidak sempat mengirim dokumentasi lengkap saat proses penangkapan berlangsung di perairan internasional.

Andre mengatakan kapal yang ditumpanginya dicegat ketika rombongan tinggal sekitar 200 mil menuju wilayah Gaza. Penangkapan tersebut terjadi pada Senin, 19 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

“Dua ratus mil lagi menuju Gaza terus abis itu udah langsung di intercept. Sebelum di intercept tiga jam itu Starlink kapal saya udah enggak bisa konek internet manapun,” ujar Andre di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, hilangnya koneksi internet membuat para relawan kehilangan akses komunikasi dengan dunia luar. Kondisi tersebut juga menyebabkan rekaman penting mengenai detik-detik penangkapan tidak dapat dikirim keluar kapal.

Ia mengaku sempat merekam banyak dokumentasi menggunakan telepon genggam pribadinya selama perjalanan menuju Gaza. Namun, perangkat tersebut akhirnya dibuang karena dikhawatirkan dapat disita ketika penangkapan berlangsung.

“Nah handphone itu gue ngerekam banyak sekali cuma pada akhirnya kan no service. Akhirnya udah gue buang,” katanya.

Andre mengatakan pembuangan barang dilakukan demi menghindari benda tertentu dianggap sebagai ancaman oleh militer Israel. Selain telepon genggam, sejumlah alat dapur dan benda tajam lain juga ikut dibuang para relawan.

“Ada yang dibuang langsung, ada yang dikolektifin dulu ke satu orang, ke organizer dia buang bareng. Enggak cuma handphone, alat-alat dapur kayak pisau yang tajam itu dibuang juga,” ucapnya.

Meski gagal menembus blokade Gaza, Andre mengaku tetap mendapat kekuatan dari solidaritas antarsesama relawan dan jurnalis internasional di kapal. Menurutnya, kebersamaan selama perjalanan membuat seluruh peserta tetap bertahan menghadapi situasi sulit.

“Yang menguatkan gue disana sih lebih karena satu lingkungannya. Aktivis-aktivis ini sama jurnalis ini tuh guyub,” ujarnya.

Andre menilai solidaritas dan tujuan bersama membantu rakyat Palestina membuat para relawan tetap optimistis selama misi berlangsung. Ia juga memastikan gerakan Global Sumud Flotilla akan terus berlanjut meski menghadapi penangkapan dan intimidasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....