GPCI Jelaskan Kekerasan yang Dialami WNI Relawan Global Sumud Flotilla
- 25 Mei 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Relawan mengaku mengalami kekerasan fisik dan penyiksaan selama penahanan oleh militer Israel.
- Indonesia mengutuk keras tindakan penahanan dan kekerasan terhadap warga sipil dalam misi kemanusiaan tersebut.
- Sembilan relawan kemanusiaan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla berhasil dipulangkan ke tanah air.
- Kedatangan para relawan disambut langsung Menteri Luar Negeri Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta.
RRI.CO.ID, Jakarta – Sembilan relawan kemanusiaan Indonesia yang ditangkap militer Israel dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya berhasil pulang ke tanah air. Kedatangan warga negara Indonesia (WNI) tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta kemarin.
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, menjelaskan bahwa para relawan mengalami penyiksaan selama masa penahanan. Pihak militer Israel melakukan interogasi dengan menggunakan kekerasan fisik yang sangat kejam terhadap seluruh peserta misi.
"Ada beberapa yang dipukul, disetrum jadi memang kekerasan itu ada. Terkait ada yang ditindaklanjuti pemeriksaan itu ada satu relawan atas nama Rahendro Herubowo yang memang saat ini harus menjalani pemeriksaan kesehatan di Jakarta ya,” kata Harfin dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Senin, 25 Mei 2026.
Militer Israel menghadang pergerakan kapal logistik kemanusiaan tersebut saat berada di sekitar wilayah perairan internasional dekat Siprus. Pasukan Israel langsung menyerbu masuk ke dalam kapal dan menembakkan peluru karet kepada relawan.
Aksi terhadap kapal utama misi kemanusiaan dunia tersebut terdeteksi pertama kali pada tanggal 18 Mei. Pihak GPCI terus memantau pergerakan kapal tersebut melalui pusat kendali terpadu yang berada di Istanbul, Turki.
"Itu kapal pertama yang diintersep. Dan Andi Angga adalah warga negara Indonesia, delegasi Indonesia yang pertama kali diculik oleh Zionist Israel,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia berhasil memulangkan para relawan tersebut setelah melakukan berbagai koordinasi intensif dengan beberapa jalur komunikasi internasional. Proses pemulangan ini juga melibatkan negosiasi diplomatik yang sangat ketat untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengapresiasi bantuan berbagai pihak internasional yang memperlancar proses evakuasi para relawan kemanusiaan tersebut. Pihak kementerian juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada beberapa negara timur tengah yang membantu proses pemulangan.
"Alhamdulillah sembilan saudara-saudara kita tersebut tiba dengan selamat di tanah air. Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerjasama, koordinasi dari semua pihak,” ujarnya saat dijumpai media di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia mengatakan, Indonesia mengutuk keras tindakan kekerasan dan penahanan ilegal yang dilakukan oleh pihak militer Israel terhadap warga sipil. Pemerintah menganggap aksi penghadangan kapal logistik kemanusiaan di perairan internasional tersebut sebagai pelanggaran berat hukum internasional. (Sarah Maulida Ali)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....