Wamensos Ajak Aktivis Pemuda Jadi Penggerak Pemberdayaan Sosial

  • 26 Mei 2026 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamensos ajak pemuda sukseskan program pemberdayaan sosial
  • Audiensi diikuti lima organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan
  • Pertemuan bahas kerja sama program sosial dan pemberdayaan masyarakat
  • Agus Jabo minta pemuda memahami akar persoalan sosial
  • Organisasi pemuda usulkan program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono mengajak aktivis pemuda dan mahasiswa menyukseskan program pemberdayaan sosial. Ajakan itu disampaikan saat menerima audiensi lima organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

Audiensi diikuti perwakilan GMNI, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Pelajar Islam Indonesia, Pemuda Persatuan Ummat Islam, dan HIMI Persis. Pertemuan membahas sejumlah usulan kerja sama program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Agus Jabo mengatakan aktivis pemuda perlu memahami akar persoalan sosial di masyarakat. Menurutnya, kerja sosial harus memiliki arah besar dan tujuan strategis.

“Saya ingin mengajak kalian menjadi pemimpin-pemimpin besar. Bukan sekadar pekerja sosial,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, organisasi kepemudaan menyampaikan berbagai usulan program. Mulai dari bina desa, pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi, hingga pendampingan psikososial.

Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia, Amsal Alfian menyampaikan perhatian terhadap anak putus sekolah. PII juga menawarkan dukungan pendidikan karakter melalui program Sekolah Rakyat.

“Kaderisasi PII bisa masuk ke sekolah rakyat untuk fokus dalam pendidikan karakter. Yang kedua, kita bisa merekomendasikan pelajar-pelajar yang putus sekolah agar bisa masuk ke sekolah-sekolah terdekat,” ucapnya.

Sementara itu, GMNI mengusulkan Gerakan Nasional Literasi Kesejahteraan Sosial dan program seribu desa binaan. Perwakilan organisasi lainnya juga menyampaikan program relawan sosial, pemberdayaan perempuan, UMKM, hingga ketahanan pangan pesantren.

Menanggapi hal tersebut, Agus Jabo meminta organisasi pemuda membuat program yang konkret dan terukur. Setiap kegiatan diminta memiliki sasaran dan tujuan yang jelas.

“Makanya saya minta konkret kalau bicara masalah program. Pemberdayaannya dan targetnya harus jelas,” katanya.

Agus Jabo mengatakan Kementerian Sosial memiliki tiga fokus utama saat ini. Fokus tersebut meliputi perbaikan DTSEN, bantuan sosial tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi bagian penting memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Presiden Prabowo Subianto disebut ingin anak dari keluarga miskin memiliki masa depan lebih baik.

“Sekolah Rakyat itu tujuannya Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan. Jadi kalau orang tuanya miskin, Presiden tidak ingin anaknya miskin,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....