Setibanya di Tanah Air, WNI yang Ditahan Israel akan Lakukan Visum
- 24 Mei 2026 11:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla akan menjalani visum dan pemeriksaan kesehatan setelah dibebaskan Israel.
- Pemerintah Indonesia mempercepat proses pemulangan relawan kemanusiaan dari Istanbul menuju Tanah Air.
- Pemeriksaan visum dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis relawan pascapenahanan Israel.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sembilan Warga Negara Indonesia peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla akan menjalani visum dan pemeriksaan kesehatan setibanya di Tanah Air. Langkah tersebut dilakukan setelah para relawan sempat ditahan militer Israel saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Saat ini, seluruh WNI tersebut telah berada di Istanbul, Turki, setelah dibebaskan otoritas Israel pada Kamis, 21 Mei 2026. Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan terus dipercepat agar para relawan segera kembali ke Indonesia.
“Akan ada proses testimoni, visum dan test kesehatan oleh pihak Turki. Kemudian secepatnya akan kita pulangkan ke tanah air jika proses di Turki sudah selesai,” ujar Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.
Pemeriksaan kesehatan dan visum dilakukan untuk memastikan kondisi fisik maupun psikologis seluruh relawan pascapenahanan. Langkah tersebut juga penting untuk mendokumentasikan dugaan kekerasan yang dialami para WNI selama berada dalam tahanan Israel.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI dan Konsulat Jenderal RI di Istanbul terus memberikan pendampingan intensif kepada para relawan. Seluruh proses administrasi dan pemulangan dipastikan berlangsung dalam pengawasan perwakilan Indonesia di Turki.
Sebelumnya, sembilan WNI tersebut ditahan setelah kapal Global Sumud Flotilla dicegat militer Israel di perairan internasional pada 19 Mei 2026. Mereka tergabung bersama ratusan relawan internasional yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Gaza.
Penahanan tersebut memicu kecaman internasional dan mendorong langkah diplomatik intensif dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Turki. Setelah dibebaskan, para relawan kemudian dideportasi menuju Istanbul sebelum dipulangkan ke negara masing-masing.
Pemerintah Indonesia memastikan keselamatan dan pemulihan kondisi para relawan menjadi prioritas utama hingga seluruh proses kepulangan selesai dilakukan. Sembilan WNI tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 24 Mei 2026 sore.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....