Pemulangan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dijadwalkan Minggu Sore

  • 22 Mei 2026 15:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sembilan WNI relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akan tiba di tanah air pada Minggu, 24 Mei 2026, sore.
  • Kemlu RI terus memantau setiap perkembangan hingga para WNI relawan GSF tiba di tanah air.
  • Adapun Konjen RI di Istanbul, Darianto disebut telah menemui kesembilan WNI, serta Menlu RI turut berkomunikasi langsung dengan para relawan tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak sembilan WNI relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dijadwalkan tiba di tanah air, Minggu, 24 Mei 2026, sore. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.

“Sesuai arahan Menlu, kita terus mengawal proses kepulangan para WNI relawan GSF hingga seluruhnya tiba kembali di tanah air dengan aman. Para WNI dijadwalkan tiba hari Minggu sore,” ujar Yvonne kepada RRI dalam pesan singkat, Jumat, 22 Mei 2026.

Yvonne memastikan, Kemlu RI terus memantau setiap perkembangan hingga para WNI relawan GSF tiba di tanah air. “Kemlu akan terus memantau setiap perkembangan dan memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga para relawan tiba di tanah air,” katanya.

Pemulangan sembilan WNI relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Indonesia, akan dilakukan setelah melalui sejumlah proses. Menurut Duta Besar RI di Ankara, Achmad Rizal Purnama, salah satu proses tersebut adalah berkaitan dengan tes kesehatan.

“Akan ada proses testimoni, visum dan tes kesehatan oleh pihak Turki. Secepatnya akan kita pulangkan ke tanah air jika proses di Turki sudah selesai,” ujar Dubes Rizal dalam pesan singkat kepada wartawan, Jumat, 22 Mei 2026.

Sebelumnya, pada Kamis, 21 Mei 2026 malam, Menlu RI Sugiono mengumumkan, kesembilan WNI itu telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki. Kedatangan para WNI tersebut menjadi bagian dari proses pemulangan setelah sebelumnya mereka sempat ditahan oleh militer Israel.

Menlu Sugiono menyebut, pemerintah Indonesia juga mengecam keras tindakan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang dialami para WNI selama masa penahanan. Indonesia menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal.

Menlu Sugiono mengungkapkan, Indonesia kembali menyerukan penghormatan terhadap hak-hak sipil dan keselamatan relawan kemanusiaan yang menjalankan misi damai di wilayah konflik. "Pemerintah memastikan akan terus memberikan pendampingan dan pelindungan kepada seluruh WNI hingga seluruh proses pemulangan selesai dilakukan," ucap Menlu RI.

Adapun Konjen RI di Istanbul, Darianto disebut telah menemui kesembilan WNI, serta Menlu RI turut berkomunikasi langsung dengan para relawan tersebut. Komunikasi via panggilan video Menlu Sugiono bersama para WNI tersebut diunggah di Instagram @MenluRI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....