Pulang ke Indonesia, Sembilan WNI Harus Jalani Rangkaian Pemeriksaan Kesehatan

  • 24 Mei 2026 08:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Proses perjalanan pulang sembilan WNI ke Indonesia yang sempat ditahan pihak Militer Israel tidaklah mudah.
  • Pemeriksaan medis dan hukum secara intensif untuk sembilan WNI itu, dilakukan di Istanbul, Turki.
  • Akan ada proses testimoni. Visum dan tes kesehatan oleh pihak Turki

RRI.CO.ID, Jakarta - Proses perjalanan pulang sembilan WNI ke Indonesia yang sempat ditahan pihak Militer Israel tidaklah mudah. Sebelum melakukan perjalanan pulang ke Tanah Air, para WNI relawan kemanusiaan itu harus melewati pemeriksaan medis dan hukum secara intensif.

Pemeriksaan medis dan hukum secara intensif untuk sembilan WNI itu, dilakukan di Istanbul, Turki. Mengingat, sembilan WNI saat ditahan militer Israel itu sempat mengalami kekerasan fisik, seperti disetrum.

Lantas, pemeriksaan kesehatan kesembilan WNI di Turki meliputi apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini. Prosedur ketat di Institut Kedokteran Forensik Istanbul sengaja ditempuh, guna mengumpulkan bukti valid mengenai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Mengingat, kesaksian awal dari para penyintas menunjukkan adanya tindakan tidak manusiawi dari sipir dan tentara pendudukan. Langkah krusial ini, sekaligus untuk mendokumentasikan bukti kekerasan fisik yang dialami mereka selama berada di penjara Israel.

Pemerintah Indonesia Jamin Hak Korban

Dubes RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama mengatakan, pemeriksaan kesehatan secara komprehensif ini melibatkan proses visum. Sekaligus, pengumpulan testimoni resmi oleh otoritas kedokteran forensik setempat.

Pemerintah Indonesia, kata Rizal, menggaransi hak-hak para korban terpenuhi sebelum mereka diterbangkan kembali menuju Indonesia. Bahkan, Tim kejaksaan Istanbul mengawal langsung investigasi ini.

Semua itu, guna melengkapi berkas penyelidikan internasional terkait insiden penyergapan kapal kemanusiaan tersebut. Pendataan rekam medis menjadi prioritas utama untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis seluruh peserta pelayaran.

“Akan ada proses testimoni. Visum dan tes kesehatan oleh pihak Turki,” kata Rizal dalam pesan singkat yang diterima wartawan, di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam proses pemulangan sembilan WNI ini, ia memastikan, koordinasi berjalan mulus tanpa hambatan birokrasi. Kehadiran negara dipastikan melekat sejak para relawan menginjakka kaki di bandara udara Istanbul.

“Secepatnya akan kita pulangkan ke Tanah Air. Jika proses di Turki sudah selesai,” ujar Rizal.

Sembilan WNI Alami Kekerasan Fisik

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul mengabarkan kondisi terkini 9 WNI tersebut. Sembilan WNI tersebut saat ini dalam kondisi sehat meski sempat menerima kekerasan fisik.

"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla). Telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," ujar Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video yang diunggah oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam akun Instagramnya seperti dilihat, Jumat, 22 Mei 2026.

Darianto mengabarkan para WNI mengalami kekerasan fisik saat ditahan Israel. Bahkan ada WNI yang disetrum oleh Tentara Israel.

"Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," ucap Darianto.

Dikabarkan, sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dijadwalkan tiba di tanah air pada Minggu, 24 Mei 2026, sore. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono diagendakan akan menyambut langsung kedatangan kesembilan WNI tersebut.

"Sembilan WNI relawan akan landing (mendarat) sekitar pukul 15.30 WNI. Kedatangan rombongan akan disambut langsung oleh Bapak Menlu Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangannya kepada RRI, di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima RRI, sembilan WNI relawan Armada Global Sumud Flotilla akan tiba di Lounge Umrah, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Para relawan tersebut sebelumnya telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....