KJRI Pastikan WNI Dibebaskan Militer Israel dalam Kondisi Selamat

  • 23 Mei 2026 12:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KJRI Istanbul memastikan WNI yang dibebaskan Israel dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan trauma fisik.
  • Para relawan mengaku mengalami kekerasan selama penahanan, seperti dipukul, ditendang, hingga disetrum oleh tentara Israel.
  • Keluarga WNI bersyukur relawan telah berada di Istanbul dan segera dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Konsul Jenderal RI (KJRI) di Istanbul, Darianto Harsono memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibebaskan Israel tetap selamat meski mengalami kelelahan fisik. Menurutnya, para relawan tiba di Istanbul, Turki, setelah menjalani masa penahanan oleh pihak Israel.

"Ketika kami bertemu pada hari Kamis sore itu kondisi mereka memang terlihat cukup kelelahan. Fisik mereka cukup lelah," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Sabtu, 23 Mei 2026.

Meski demikian, ia menyebut para WNI masih mampu berjalan dan berkomunikasi dengan baik saat pertama kali ditemui. Selain itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga sempat melakukan panggilan video dengan para relawan Indonesia tersebut.

Menurutnya, komunikasi itu dilakukan untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik. Sehingga, mereka dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

Para relawan, lanjut dia, menceritakan tindakan kekerasan yang dialami selama masa penahanan oleh tentara Israel. "Mereka selama ditahan mendapat perlakuan persekusi, ditendang, dipukul, dan disetrum," katanya, mengungkapkan.

Bahkan, sejumlah relawan mengalami luka lebam pada bagian mata dan rasa sakit di beberapa bagian tubuh akibat pemukulan. Ia mengatakan, ada relawan yang mengalami nyeri pada tulang rusuk setelah menerima siksaan fisik selama penahanan berlangsung.

Pemerintah Indonesia, kata dia, mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami para relawan tersebut. Ia menilai, perlakuan itu melanggar nilai kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apapun.

Ia mengatakan, para relawan telah menjalani pemeriksaan medis setelah tiba di Istanbul untuk memastikan kondisi kesehatannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan luka dalam serius meskipun terdapat trauma fisik akibat kekerasan.

Meski demikian, para relawan tetap disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan setibanya kembali di Indonesia. "Dokter hanya memberikan saran untuk minum painkiller dan beristirahat,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu anggota keluarga WNI, Denisa mengaku bersyukur atas proses pemulangan relawan dari Israel. Suaminya, Bambang Noroyono merupakan salah satu korban penyekapan oleh militer Israel.

Ia mengatakan, saat ini, suaminya telah berada di Istanbul, Turki. Ia menyampaikan pihak keluarga telah menerima konfirmasi jadwal penerbangan menuju Indonesia dalam waktu dekat.

"Alhamdulillah sudah dalam proses pemulangan di Turki. Kami juga sudah dikonfirmasi juga untuk jadwal penerbangan," ujarnya.

Ia mengaku, telah berkomunikasi langsung dengan suaminya pada Jumat, 22 Mei 2026 sore setelah sebelumnya sulit mendapatkan kabar. Komunikasi ini, lanjut dia, difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Turki.

Menurutnya, suaminya dalam keadaan sehat meski mengalami kekerasan selama masa penahanan oleh tentara Israel. "Alhamdulillah keadaannya sehat walaupun juga ada kekerasan saat disandra," ucap Denisa.

Komunikasi pun, kata Denisa, berlangsung singkat karena keterbatasan alat komunikasi yang dimiliki para WNI di Turki. Ia menyebut para relawan sebelumnya membuang telepon genggam ke laut demi keamanan sehingga hanya tersedia satu perangkat komunikasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....