Sempat Ditahan Israel, Ini Rangkaian Peristiwa Dialami 9 WNI Relawan Gaza

  • 24 Mei 2026 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Masyarakat Indonesia terus menyorot tajam, kasus penangkapan sembilan WNI yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh Militer Israel.
  • Simak rangkuman fakta terkait insiden penangkapan sembilan WNI oleh Tentara Israel, pada Senin, 18 Mei 2026 lalu.
  • berikut rangkuman fakta insiden penangkapan sembilan WNI oleh Israel hingga proses pemulangan ke Indonesia lewat Turki

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Indonesia terus menyorot tajam, kasus penangkapan sembilan WNI yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh Militer Israel. Saat ini, kesembilan WNI tersebut dikabarkan akan sampai ke Indonesia pada Minggu sore, 24 Mei 2026, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Simak rangkuman fakta terkait insiden penangkapan sembilan WNI oleh Tentara Israel, pada Senin, 18 Mei 2026 lalu. Sembilan WNI itu diketahui, ditahan oleh Tentara Israel di penjara dan sempat mendapat perlakuan yang melanggar HAM.

Merangkum berbagai sumber, berikut rangkuman fakta insiden penangkapan sembilan WNI oleh Israel hingga proses pemulangan ke Indonesia lewat Turki:

  1. Pasukan Israel Cegat Armada Kapal Global Sumud Flotilla 2.0

Pasukan Israel mencegat sejumlah armada kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 pada Senin, 18 Mei 2026 lalu. Sejumlah armada GSF dicegat secara bertahap, menyebabkan sejumlah relawan GSF ditangkap Israel termasuk sembilan WNI.

  1. Relawan Global Sumud Flotilla Dibebaskan

Seluruh relawan Global Sumud Flotilla termasuk sembilan WNI dibebaskan pada pada Kamis 21 Mei 2026 waktu setempat. Para relawan GSF itu dibebaskan, setelah menjalani penahanan selama 3-4 hari di penjara Militer Israel.

Setelah dibebaskan, para WNI relawan kemanusiaan itu tiba di Turki. Mereka terbang ke Turki menggunakan pesawat yang disewa otoritas setempat.

  1. Sembilan WNI Dipukul hingga Disetrum selama Penahanan

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul, Turki mengabarkan, kondisi terkini 9 WNI tersebut. Sembilan WNI tersebut saat ini dalam kondisi sehat meski sempat menerima kekerasan fisik.

"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla). Telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," kata Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono dalam video yang diunggah oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam akun Instagramnya seperti dilihat, Jumat, 22 Mei 2026.

Darianto mengungkapkan, para WNI sempat mengalami kekerasan fisik saat ditahan Israel. Bahkan ada yang disetrum.

"Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," ucap Darianto.

  1. Keluarga Korban Benarkan Informasi Kekerasan Selama Penahanan

Keluarga salah satu relawan, Denisa memastikan, kondisi suaminya, Bambang Noroyono selaku wartawan Republika dalam keadaan sehat. Namun ia mengungkapkan, bahwa para relawan sempat mengalami kekerasan selama masa penahanan.

“Alhamdulillah keadaannya sehat. Meskipun sempat mengalami kekerasan saat disandra,” ujar Denisa dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ia menjelaskan komunikasi dengan para relawan sempat sulit dilakukan karena keterbatasan perangkat. “Saat kejadian, mereka membuang handphone ke laut demi keamanan,” kata Denisa.

  1. Proses Pemulangan WNI Lancar

Keluarga relawan Global Sumud Flotilla memastikan, proses pemulangan WNI dari Turki menuju Indonesia berjalan lancar. Denisa menyampaikan, suaminya bersama WNI lainnya telah tiba di Istanbul dalam kondisi selamat dan sehat.

Ia mengatakan pihak keluarga kini menunggu kepastian jadwal penerbangan kepulangan ke Indonesia. Menurut Denisa, jadwal kepulangan telah dikonfirmasi dan para relawan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB.

“Alhamdulillah sudah dalam proses pemulangan. Dan jadwal penerbangan sudah dikonfirmasi,” kata Denisa dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu, 23 Mei 2026.

  1. Sembilan WNI Video Call dengan Menlu RI

Sembilan WNI yang tergabung dalam relawan GSF 2.0 sudah tiba di Istanbul, Turki. Mereka telah bersama Konsulat Jendera (Konjen) RI di Istanbul.

"Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call," ujar Menlu RI Sugiono lewat akun Instagram @menluri seperti dilihat, Jumat, 22 Mei 2026.

Sugiono memastikan pemerintah bakal mengawal kepulangan sembilan WNI ke Tanah Air. "Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Indonesia lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat & sesegera mungkin," kata Menlu.

  1. Menlu Kecam Aksi Kekerasan Militer Israel.

Menlu Sugiono menegaskan, sikap pemerintah Indonesia mengecam aksi tidak manusiawi Israel terhadap relawan GSF 2.0. Menlu menilai, tindakan Israel sebagai pelanggaran serius dalam hukum internasional.

"Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan. Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi," kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis 21 Mei 2026.

  1. Sembilan WNI Relawan GSF 2.0 akan Disambut Menlu RI

Sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan GSF 2.0 dijadwalkan tiba di tanah air pada Minggu, 24 Mei 2026, sore. Menlu RI Sugiono diagendakan akan menyambut langsung kedatangan kesembilan WNI tersebut.

"Sembilan WNI relawan akan landing (mendarat) sekitar pukul 15.30 WNI. Kedatangan rombongan akan disambut langsung oleh Bapak Menlu Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangannya kepada RRI, di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima RRI, sembilan WNI relawan Armada Global Sumud Flotilla akan tiba di Lounge Umrah, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Para relawan tersebut sebelumnya telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....