MUI: Keberhasilan Pembebasan WNI Hasil Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
- 23 Mei 2026 09:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- MUI menegaskan pembebasan sembilan WNI relawan Palestina bukan terkait BoP, melainkan hasil diplomasi bersama.
- MUI menilai dukungan masyarakat sipil, media, ulama, dan organisasi kemanusiaan memperkuat pembebasan para aktivis kemanusiaan.
- Pemerintah Indonesia mengecam perlakuan tidak manusiawi militer Israel terhadap WNI selama masa penahanan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan pembebasan WNI bukan karena BoP. Menurutnya, pembebasan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, masyarakat sipil, dan berbagai organisasi kemanusiaan nasional.
“Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP. Pembebasan ini adalah upaya bersama pemerintah melalui jalur diplomasi dan masyarakat,” ujar Sudarnoto dalam keterangan tertulis kepada RRI.CO.ID, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menyebut berbagai organisasi masyarakat ikut mengawal proses pembebasan melalui tekanan moral dan dukungan kemanusiaan internasional. Menurutnya, MUI, lembaga filantropi, dan organisasi pembela Palestina aktif menggalang dukungan selama proses penahanan berlangsung.
Sudarnoto juga mengapresiasi peran media dalam menyuarakan kondisi para aktivis kemanusiaan selama ditahan tentara Israel. Ia menilai pemberitaan media membantu memperkuat perhatian publik terhadap nasib warga negara Indonesia tersebut.
“Peran para tokoh bangsa dan ulama juga penting dengan caranya masing masing. Suara moral mereka ikut mempengaruhi pembebasan WNI," ucapnya.
Menurutnya, pembebasan tersebut membuktikan perjuangan bersama mampu menghasilkan perubahan dalam situasi sulit sekalipun. "Pembebasan yang dilakukan terhadap pejuang kemanusiaan mengajarkan kita semua bahwa perjuangan yang subgguh sungguh dan dilakukan secara bersama akan berhasil," kata Sudarnoto.
Sudarnoto berharap dukungan masyarakat internasional terhadap Palestina terus meningkat melalui langkah damai dan bermartabat bersama. “Kunci untuk membebaskan Palestina dan menyeret agar Israel diberikan sanksi internasional, adalah kebersamaan dan kesungguhan,” ujarnya.
Ia menegaskan penculikan terhadap aktivis kemanusiaan tetap merupakan pelanggaran hukum internasional dan nilai kemanusiaan universal. Menurutnya, tindakan tersebut harus menjadi perhatian serius masyarakat internasional dan lembaga hukum dunia.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan, kesembilan WNI itu telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, Kamis, 21 Mei 2026 malam. Kedatangan para WNI tersebut menjadi bagian dari proses pemulangan setelah sebelumnya mereka sempat ditahan oleh militer Israel.
Sugiono menyebut, pemerintah Indonesia juga mengecam keras tindakan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang dialami para WNI selama masa penahanan. Indonesia menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal.
Sugiono mengungkapkan, Indonesia kembali menyerukan penghormatan terhadap hak-hak sipil dan keselamatan relawan kemanusiaan yang menjalankan misi damai di wilayah konflik. "Pemerintah memastikan akan terus memberikan pendampingan dan pelindungan kepada seluruh WNI hingga seluruh proses pemulangan selesai dilakukan," ucap Menlu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....