Pendidikan Karakter Dinilai Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digital
- 22 Mei 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen menegaskan pendidikan karakter penting untuk membentuk generasi muda yang mampu menghadapi keberagaman sosial dan perkembangan teknologi.
- Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya di tengah masyarakat majemuk.
- Kemendikdasmen juga mendorong pendekatan deep learning agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi membangun kesadaran, pemahaman mendalam, dan karakter peserta didik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda Indonesia. Hal tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keberagaman sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
"Keberagaman ini menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia. Karena itu, pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang mampu bekerja sama dengan berbagai latar belakang," ujar Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Pusprita Putri Utami usai acara National Symposium: 70 Tahun Antarbudaya AFS, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menyebut Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 284 juta jiwa. Sekitar 125 juta di antaranya merupakan anak-anak dan generasi muda.
Selain itu, kata dia, Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah. Indonesia juga memiliki sekitar 1.300 suku yang menjadi kekayaan sekaligus tantangan dalam dunia pendidikan.
"Sekolah di Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan peserta didik untuk memahami keberagaman. Khususnya dalam menjalin komunikasi sosial di tengah masyarakat yang majemuk," ujarnya.
Menurutnya, peserta didik perlu dibekali kemampuan kolaborasi dan kepemimpinan. Selain itu, peserta didik juga perlu memiliki kepedulian sosial agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berdaya saing.
Ia menilai pendidikan karakter juga penting untuk menghadapi berbagai tantangan era digital terutama pada meningkatnya risiko adiksi gawai. Gim online, kata dia, dapat memengaruhi perilaku maupun perkembangan sosial mereka.
Selain itu, perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dinilai membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat global. "Teknologi memang penting, tetapi yang paling utama adalah manusianya, karakter menjadi pembeda agar teknologi digunakan untuk kebaikan," ucapnya.
Ia menambahkan pendidikan karakter harus mampu membentuk peserta didik yang visioner. Yakni dengan memahami tantangan masa depan, serta memiliki kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi perubahan dunia.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Rita Pranawati menilai pendekatan deep learning penting diterapkan dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga membangun kesadaran, makna, dan suasana belajar yang menyenangkan.
"Deep learning sebenarnya pembelajaran yang tidak hanya tentang hafalan. Tetapi bagaimana pembelajaran itu menjadi kesadaran, bermakna, dan dilakukan dengan gembira," ujarnya.
Ia menjelaskan pembelajaran mengenai keragaman budaya perlu dipahami secara mendalam oleh peserta didik. Menurutnya, perbedaan budaya bukan untuk membeda-bedakan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi dan sinergi antarmasyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....