Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran 'Deep Learning' untuk Bangun Karakter Pelajar

  • 22 Mei 2026 13:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rita Pranawati menilai pendekatan deep learning penting diterapkan karena pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga membangun kesadaran, makna, dan suasana belajar yang menyenangkan
  • Pembelajaran keragaman budaya dinilai harus menanamkan pemahaman bahwa perbedaan merupakan kekuatan untuk membangun kolaborasi, toleransi, dan sinergi di masyarakat majemuk.
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyoroti fenomena scroll society dan menegaskan perlunya transformasi pendidikan menuju pembelajaran mendalam agar masyarakat tidak hanya mahir mengakses informasi, tetapi juga memahami maknanya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Rita Pranawati menilai pendekatan deep learning penting diterapkan dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga membangun kesadaran, makna, dan suasana belajar yang menyenangkan.

"Deep learning sebenarnya pembelajaran yang tidak hanya tentang hafalan. Tetapi bagaimana pembelajaran itu menjadi kesadaran, bermakna, dan dilakukan dengan gembira," ujarnya kepada wartawan usai acara National Symposium: 70 Tahun Antarbudaya AFS, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan pembelajaran mengenai keragaman budaya perlu dipahami secara mendalam oleh peserta didik. Menurutnya, perbedaan budaya bukan untuk membeda-bedakan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi dan sinergi antarmasyarakat.

Ia mengatakan pemahaman terhadap keberagaman harus menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki kekuatan yang dapat saling melengkapi. Dengan demikian, peserta didik mampu membangun sikap toleransi dan kerja sama di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia menambahkan proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas formal, tetapi juga melalui kehidupan sosial di masyarakat. "Pengalaman dalam kehidupan sehari-hari menjadi ruang pembelajaran yang penting untuk membentuk karakter peserta didik," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menyoroti fenomena scroll society. Atau kebiasaan terus menggulir informasi tanpa sempat memahami secara utuh makna di dalamnya.

Ia menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus segera bertranformasi dari hanya “permukaan” menuju pemahaman yang mendalam. Khususnya melalui strategi Pembelajaran Mendalam (deep learning).

"Masyarakat saat ini mahir mengusap layar namun tidak mencerna makna. Ini berujung pada rendahnya Digital Civility Index," ucapnya.

Ia kemudian menggarisbawahi adanya ketimpangan budaya (cultural lag). Di mana kecanggihan teknologi tidak dibarengi dengan kedewasaan perilaku digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....