Kakorlantas Dorong Kesadaran Berlalu Lintas lewat Pendekatan Humanis
- 22 Mei 2026 15:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Korlantas dorong pendekatan humanis dalam kesadaran berlalu lintas.
- Program Polantas Menyapa dan Ojol Nusantara terus diperluas.
- ISDC Serpong latih seribu pengemudi untuk meningkatkan disiplin berkendara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Korlantas Polri terus mendorong pendekatan humanis untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat berlalu lintas. Hal tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 di STIK Jakarta.
Kakorlantas mengatakan, saat ini pemerintah tengah mempercepat penanganan kendaraan Over Dimension dan Overload nasional. Program tersebut disiapkan bersama Kementerian Perhubungan melalui roadmap menuju target penyelesaian pada 2027.
“Saat ini pemerintah bersama Kementerian Perhubungan sudah membuat roadmap penanganan Over Dimension dan Overload. Semoga tahun 2027 persoalan itu bisa diselesaikan secara komprehensif,” ujarnya saat Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jumat, 22 Mei 2026.
Selain itu, Korlantas Polri juga melakukan transformasi Indonesia Safety Driving Center atau ISDC di Serpong. Program tersebut diarahkan meningkatkan kualitas pengemudi agar lebih tertib dan disiplin berlalu lintas.
“Transformasi ISDC sangat penting untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan pengemudi terhadap aturan lalu lintas. Kami juga sudah melatih seribu pengemudi secara bertahap di ISDC Serpong,” katanya.
Dalam Rakernis tersebut, Korlantas Polri turut memperkenalkan program “Polantas Menyapa” bagi komunitas pengguna jalan. Program itu difokuskan membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya pengemudi ojek online atau ojol.
“Kami menjabarkan program Polantas Menyapa untuk seluruh komunitas, khususnya pengemudi ojol di Indonesia. Bersama Jasa Raharja, kami juga akan membentuk Ojol Nusantara,” ucapnya.
Kakorlantas menyebut program tersebut mendapat respons positif dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 15 Polda disebut siap mendukung program dengan menjangkau jutaan pengemudi ojol.
“Kami laporkan sudah ada 15 Polda yang siap mendukung program tersebut di daerah masing-masing. Hampir jutaan ojol sudah kami rangkul melalui silaturahmi dan pendekatan langsung,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan humanis kini menjadi wajah baru Polantas dalam membangun kesadaran masyarakat berlalu lintas. Pendekatan tersebut dilakukan melalui silaturahmi dan komunikasi, bukan semata penindakan hukum.
“Wajah Polantas sekarang bukan mengedepankan tilang, tetapi pendekatan hati dan silaturahmi kepada masyarakat. Pengguna jalan diharapkan tertib karena merasa menjadi sahabat Polri dan Polantas,” katanya.
Menutup sambutannya, Kakorlantas berharap Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 menjadi forum penguatan koordinasi lintas sektor. Rakernis juga diharapkan mampu menghasilkan kebijakan terukur berbasis data dan pelayanan publik.
“Semoga Rakernis ini dapat menyatukan visi serta memperkuat koordinasi seluruh pihak terkait pelayanan lalu lintas. Kami juga berharap kebijakan yang dihasilkan lebih terukur dan berbasis data,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....