Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Capai 50 Persen, Ditargetkan Rampung Juni 2026

  • 17 Mei 2026 10:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Progres pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan mencapai 50,47 persen hingga 15 Mei 2026
  • Proyek senilai Rp911,48 miliar itu ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026
  • Kementerian PU mempercepat pembangunan melalui penambahan tenaga kerja dan sistem kerja tiga shift

RRI.CO.ID, Pacitan – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Hingga 15 Mei 2026, progres pembangunan tercatat mencapai 50,47 persen atau melampaui target rencana sebesar 50,44 persen.

Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dilakukan di atas lahan seluas 77.005 meter persegi. Nilai proyek pembangunan ini mencapai Rp911,48 miliar dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang pemerintah. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak di daerah.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Minggu, 17 Mei 2026.

Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan dilaksanakan Kementerian PU melalui kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero). Kawasan pendidikan tersebut dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang modern.

Sejumlah fasilitas yang tengah dibangun meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, pemerintah juga membangun asrama putra-putri, rumah guru, masjid, kantin, dapur umum, sarana olahraga, hingga gedung penunjang lainnya.

Dengan konsep pendidikan terpadu tersebut, Sekolah Rakyat Pacitan diharapkan menjadi tempat pembinaan karakter sekaligus peningkatan kualitas hidup siswa. Pemerintah juga menilai keberadaan sekolah tersebut dapat memperluas akses pendidikan berkualitas di daerah.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Kementerian PU menerapkan berbagai strategi pembangunan secara nasional. Langkah tersebut meliputi penambahan alat berat, peningkatan tenaga kerja, hingga penerapan sistem kerja tiga shift.

“Presiden Prabowo Subianto berpesan supaya selesai on time, on schedule, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif dan efisien. Pokoknya semua Sekolah Rakyat kita upayakan bisa selesai, Insya Allah 20 Juni 2026,” kata Dody.

Selain mendukung sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kegiatan konstruksi tersebut turut melibatkan tenaga kerja lokal dan kebutuhan material bangunan di kawasan proyek.

Kementerian PU optimistis Sekolah Rakyat Pacitan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah selatan Jawa Timur. Keberadaan sekolah tersebut juga diharapkan memperkuat pemerataan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....