Kemendikdasmen Tekankan Pendidikan Harus Bentuk Karakter dan Kepedulian Sosial
- 22 Mei 2026 12:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rita Pranawati menegaskan pendidikan tidak hanya mengejar akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemanusiaan, dan kepedulian sosial peserta didik
- Rita menyebut pendidikan harus mengembangkan olah pikir, hati, dan rasa serta menanamkan pemahaman keberagaman budaya sebagai bagian pendidikan karakter generasi muda.
- Abdul Mu'ti menilai pendidikan antarbudaya penting untuk membentuk generasi yang mampu menjadi warga global tanpa kehilangan jati diri Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Rita Pranawati menegaskan pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Tetapi juga harus membentuk karakter, kemanusiaan, dan kepedulian sosial peserta didik.
Menurutnya pendidikan sejati merupakan proses memanusiakan manusia sebagaimana diajarkan Ki Hajar Dewantara. Ia menegaskan pendidikan harus mengembangkan olah pikir, hati, dan rasa agar potensi individu tumbuh secara utuh.
"Pendidikan sejatinya adalah proses yang dilaksanakan dengan tulus untuk memanusiakan manusia. Menemukan dan menumbuhkan fitrah serta potensi terbaik dalam diri setiap insan," ujarnya kepada wartawan usai acara National Symposium: 70 Tahun Antarbudaya AFS, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menilai pemahaman terhadap keberagaman budaya juga menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter generasi muda. Menurutnya, kemampuan memahami, menghargai, dan merangkul perbedaan merupakan bentuk nyata nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir maju bagi peserta didik Indonesia agar mampu bersaing secara global. Ia menyebut perbedaan budaya seharusnya dipandang sebagai jembatan pembelajaran, bukan penghalang dalam mengembangkan wawasan dan pengalaman generasi muda.
"Perbedaan budaya bukanlah tembok pemisah, tetapi jembatan untuk belajar. Dunia adalah kelas kita dan belajar tidak berhenti di ruang kelas," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak terbatas di dalam sekolah. Menurutnya, perkembangan dunia harus dipandang sebagai ruang belajar yang luas bagi anak-anak untuk memperkaya pengalaman dan pengetahuan mereka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menekankan pentingnya pendidikan antarbudaya dalam membentuk generasi masa depan Indonesia. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan menjadi warga global tanpa kehilangan identitas kebangsaan sebagai bangsa Indonesia.
"Menjadi warga global tanpa kehilangan jati diri sebagai Indonesia adalah kekuatan generasi masa depan. Khususnya yang dibangun melalui pendidikan antarbudaya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....