KNKT Beberkan Alasan Pusdal Manggarai Minta Masinis Argo Bromo Rem Perlahan

  • 22 Mei 2026 06:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Soerjanto Tjahjono menyebut masinis KA Argo Bromo Anggrek mulai mengerem sejak 1,3 kilometer sebelum tabrakan.
  • Pusat Pengendali Manggarai disebut hanya menginstruksikan pengereman perlahan sambil membunyikan semboyan 35 atau klakson.
  • Lasarus meminta seluruh pihak mengungkap penyebab kecelakaan secara jujur karena menyangkut keselamatan penumpang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menjelaskan kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur lalu. Ia menjelaskan alasan Pusat Pengendali (Pusdal) kereta api di Manggarai meminta masinis Argo Bromo mengerem perlahan sebelum kecelakaan.

"Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan masinis sudah melakukan pengereman. Cuma karena situasinya di Pusdal itu tidak tahu yang sebenarnya karena komunikasinya lewat suara saja," katanya saat rapat kerja Komisi V DPR di kompleks parlemen via YouTube, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia mengatakan Pusdal di Manggarai memberi tahu masinis untuk rem sedikit-sedikit dan melakukan semboyan 35 atau klakson. Masinis Argo Bromo pun mengikuti instruksi tersebut.

"Cuma memberi tahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35. Itu saja yang disampaikan sehingga masinis sudah melakukan merespons apa yang disampaikan oleh Pusdal," ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa KNKT pun masih terus mendalami penyebab kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL tersebut. Ia lantas menjelaskan alasan Pusdal di Manggarai meminta masinis rem sedikit-sedikit.

Ia sudah mengungkap ada upaya masinis menghentikan laju KA Argo Bromo Anggrek sebelum menabrak KRL. Namun, pengereman masinis KA Argo Bromo Anggrek diminta dikit-dikit sehingga tidak maksimum.

"Sebetulnya masinis, saya ingin ceritakan masinis sudah mulai ngerem di 1,3 km sebelum lokasi tabrakan. Dia tahunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek," katanya.

Ia menjelaskan, kereta bisa maksimal menghentikan lajunya pada jarak 900 meter hingga 1 kilometer. Ketua Komisi V DPR Lasarus lalu mempertanyakan alasan KA Argo Bromo Anggrek tetap menabrak KRL dari jarak 1,3 kilometer.

Ia lalu menjelaskan bahwa masinis gagal menghentikan laju KA Argo Bromo Anggrek lantaran ada arahan pusat kendali untuk sekadar mengerem. Ia menyebutkan masinis saat itu hanya diminta sambil membunyikan klakson.

"Tapi karena dia tahunya di komunikasi pusat kendali ada temperan di JBL85. Mereka berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35' artinya banyak banyak klakson, jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum," ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyampaikan, peringatan kepada seluruh mitra kerja pemerintah. Hal ini dilakukan agar memberikan keterangan yang jujur dan apa adanya terkait kronologi serta penyebab kecelakaan.

"Karena ini menyangkut nyawa. Saya sudah sampaikan kepada Pak Menteri Perhubungan, mari kita ungkap ini apa adanya," ucapnya.

Ia menyoroti kegagalan sistem kendali yang menyebabkan kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak kereta yang sedang berhenti. Menurutnya, secara akal sehat, posisi setiap kereta seharusnya terpantau melalui Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....