Kecelakaan Kereta Bekasi, Perlintasan Sebidang Diminta Evaluasi Secara Nasional
- 30 Apr 2026 16:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kecelakaan kereta di Bekasi kembali menyoroti bahaya perlintasan sebidang yang belum tertangani serius
- Lasarus mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian nasional
- Perlintasan sebidang dinilai sebagai masalah lama yang berulang dan berisiko tinggi terhadap keselamatan publik
RRI.CO.ID, Jakarta - Kecelakaan kereta api di Bekasi kembali memicu perhatian publik luas serta viral di media sosial terkait bahaya perlintasan sebidang. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian nasional.
Peristiwa kecelakaan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena menyangkut keselamatan pengguna transportasi yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari. Sorotan publik semakin menguat karena perlintasan sebidang dinilai belum ditangani secara serius oleh pemerintah hingga saat ini.
Ia menekankan pentingnya percepatan proses evakuasi korban serta pemulihan operasional kereta api agar pelayanan masyarakat tidak terganggu berkepanjangan. Menurutnya, moda transportasi kereta api memiliki peran vital sehingga harus tetap berjalan dengan aman dan optimal.
Lasarus menyebut kecelakaan di Bekasi tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa karena memiliki dampak besar terhadap keselamatan publik. Peristiwa tersebut dipicu tabrakan antara kereta api dengan mobil listrik di perlintasan sebidang yang tidak dijaga.
Tabrakan tersebut kemudian memicu kecelakaan lebih besar yang kembali menegaskan risiko tinggi pada perlintasan sebidang di berbagai wilayah Indonesia. Ia menilai persoalan ini merupakan masalah lama yang terus berulang tanpa penyelesaian menyeluruh dari pihak terkait.
“Lintasan kereta api seharusnya steril tanpa hambatan. Namun di Indonesia masih banyak perlintasan sebidang, bahkan yang tidak dijaga dan liar, jumlahnya mencapai ribuan,” ujarnya dalam pernyataan video, saat menjadi narasumber diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan negara lain yang jalur kereta apinya relatif bebas hambatan sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Perbandingan tersebut menunjukkan perlunya perbaikan sistem perlintasan di Indonesia agar keselamatan semakin terjamin ke depannya.
Karena itu, Lasarus mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi total terhadap operasional kereta api khususnya penanganan perlintasan sebidang di seluruh wilayah. Ia menegaskan tragedi serupa tidak boleh terus berulang karena telah menimbulkan banyak korban jiwa sebelumnya.
“Cukuplah kecelakaan hari ini dan yang sudah lalu menelan banyak korban jiwa. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” kata Lasarus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....