Timwas Haji DPR Khawatirkan Jemaah Haji Indonesia Terpapar Hantavirus

  • 17 Mei 2026 11:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengkhawatirkan, jemaah haji Indonesia 2026 terpapar penyakit Hantavirus.
  • Politikus PKB ini menyoroti, banyaknya jemaah yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.
  • Jemaah haji hari ini harus lebih waspada karena ada Hantavirus, terutama yang punya penyakit paru-paru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mengkhawatirkan, jemaah haji Indonesia 2026 terpapar penyakit Hantavirus. Oleh karenanya, Parlemen mengimbau, seluruh jemaah haji Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan fisik yang prima.

Pernyataam tegas ini, diungkapkan anggota Haji DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Politikus PKB ini menyoroti, banyaknya jemaah yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.

“Jemaah haji hari ini harus lebih waspada karena ada Hantavirus, terutama yang punya penyakit paru-paru. Oleh karena itu, kesehatan menjadi yang utama agar ibadah haji bisa berjalan dengan baik dan mabrur,” kata anggota Komisi IX DPR RI ini dalam keteragannya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026.



Neng Eem mengingatkan, kesehatan fisik menjadi modal utama dalam menjalankan ibadah haji 2026. Semua itu, demi seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan tenang dan khusyuk.

Tidak lupa, ia mengingatkan, pentingnya menjaga kebersihan dan menggunakan masker di tempat umum sebagai langkah antisipasi. Meskipun, penyebaran Hantavirus tidak seganas saat pandemi Covid-19.



“Paling utama adalah menjaga imunitas tubuh, karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Ada tawaf, aktivitas berjalan jauh, dan berbagai rangkaian ibadah lain yang membutuhkan tenaga,” ucap Neng Eem.

Kemudian, Neng Eem menyinggung, jemaah haji yang sedang sakit dan dirawat di Madinah. Ia memastikan, tim kesehatan dan KKHI berupaya memberikan perawatan intensif agar kondisi jemaah segera pulih.

“Sebisanya dirawat secara intensif, mulai dari obat-obatan, dukungan psikologis, hingga doa. Yang paling utama tetap kondisi badan harus sehat,” ujar Neng Eem.



Lalu, ia menuturkan, para jemaah haji masih memiliki waktu untuk mempersiapkan kondisi tubuh. Tepatnya, sebelum puncak ibadah haji dimulai pada 9 Zulhijah (sekitar 26 Mei 2026) mendatang.

“Sekarang harus mulai jaga kesehatan, jaga imun, makan makanan sehat, dan menjaga kebugaran. Agar ketika puncak haji nanti bisa optimal tanpa terganggu masalah kesehatan,” kata Neng Eem.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengapresiasi, kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Singgih memantau penyelenggaraan haji menunjukkan kinerja positif dan terkendali.

Berdasarkan laporan lapangan, lebih dari 80 persen Jamaah Haji Indonesia (JHI) telah tiba di Makkah dengan kondisi umum yang baik. Layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi berjalan relatif lancar tanpa gangguan signifikan.

“Ini adalah capaian yang patut kita syukuri bersama. Koordinasi yang solid antara petugas haji, pemerintah, dan otoritas Arab Saudi menunjukkan peningkatan kualitas layanan dari tahun ke tahun,” kata politikus Golkar ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....