Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Yahya Zaini Minta Edukasi Publik Diperkuat

  • 15 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta pemerintah memperkuat sosialisasi dan edukasi terkait kasus wabah hantavirus.
  • Dengan edukasi yang baik, diharapkan penyebaran hantavirus dapat ditangani dengan baik dan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dari otoritas kesehatan.
  • Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah terus memantau secara ketat kontak erat kasus Hantavirus yang ditemukan di wilayah Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta pemerintah memperkuat sosialisasi dan edukasi terkait kasus wabah hantavirus. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini disampaikan Yahya Zaini menanggapi temuan empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang 2026. “Dengan ditemukannya kasus hantavirus di Jakarta, saya minta pemerintah segera bergerak cepat menangani kasus yang terjadi,” kata Yahya dikutip Jumat 15 Mei 2026.

Ia menekankan, bahwa baik pemerintah pusat maupun pemda harus terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait langkah promotif dan preventif menghadapi hantavirus. "Saya minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menjaga ketenangan, tidak panik," ucap politisi senior Golkar itu.

Dengan edukasi yang baik, Yahya berharap penyebaran hantavirus dapat ditangani dengan baik dan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dari otoritas kesehatan. Hantavirus merupakan virus yang disebarkan oleh hewan pengerat seperti tikus dan dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian pada manusia.

Penularan wabah ini, kata Yahya, tidak terjadi antar manusia, melainkan dari tikus ke manusia melalui beberapa cara. Seperti inhalasi udara yang terkontaminasi, kontak langsung dengan urine, air liur, kotoran tikus, maupun gigitan tikus.

Lebih jauh, Yahya menegaskan, pentingnya pencegahan dimulai dari lingkungan rumah. Langkah pencegahan dapat dilakukan masyarakat di rumah atau tempat tinggal dengan menjaga kebersihan rumah dari tikus.

Selain itu, masyarakat diminta menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi. “Gunakan disinfektan jika membersihkan ruangan yang terkontaminasi oleh kotoran tikus,” ujar Legislator asal Dapil Jatim VIII itu.

Yahya kemudian mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kesehatan dalam upaya memperketat pintu-pintu masuk wailayah RI. IA menilai langkah Kemenkes dalam memperkuat pengawasan melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan sudah tepat.

Namun ia meminta pengawasan pintu masuk Indonesia terus diperketat. Hal ini penting untuk mencegah potensi penyebaran wabah Hantavirus.

Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan whole genome sequencing (WGS). Serta memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah terus memantau secara ketat kontak erat kasus Hantavirus yang ditemukan di wilayah Jakarta. Ia juga menegaskan bahwa virus tersebut tidak mudah menular antarmanusia seperti COVID-19.

“Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” ujar Budi, Kamis, 14 Mei 2026. Hingga kini, seluruh hasil pemeriksaan terhadap kontak erat pasien menunjukkan hasil negatif.

Meski demikian, pasien masih menjalani isolasi untuk memastikan masa inkubasi penyakit terlewati dengan aman. Pemerintah menetapkan pemantauan dilakukan selama dua minggu sejak 8 Mei 2026.

Budi mengatakan, Indonesia kini memiliki sistem pengawasan penyakit yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama setelah menghadapi pandemi COVID-19. “Indonesia sejak pandemi COVID-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2), Andi Saguni menjelaskan pasien saat ini dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Karena rumah sakit tersebut memiliki fasilitas khusus penanganan penyakit infeksi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....