WHO Pantau Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar yang Libatkan Banyak Negara

  • 16 Mei 2026 13:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • WHO melaporkan klaster hantavirus di kapal pesiar MV Hondius dengan total 11 kasus hingga 13 Mei 2026, termasuk tiga kematian dan rasio kematian sekitar 27 persen.
  • Delapan kasus telah dikonfirmasi sebagai infeksi virus Andes (ANDV), sementara dua kasus probable dan satu kasus masih tidak meyakinkan; sebagian kasus baru ditemukan di Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat.
  • WHO menyebut kemungkinan penularan antarmanusia terjadi di kapal dan masih melakukan investigasi serta pelacakan kontak internasional, dengan risiko global dinilai tetap rendah.

RRI.CO.ID, Jenewa — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan ketiga terkait klaster hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. WHO sebelumnya menerima pemberitahuan awal mengenai kasus tersebut pada 2 Mei 2026 melalui mekanisme International Health Regulations (IHR).

Kasus pertama dilaporkan sebagai penyakit pernapasan akut berat yang menyerang sejumlah penumpang di atas kapal pesiar berbendera Belanda tersebut. Hingga 13 Mei 2026, total 11 kasus telah teridentifikasi, termasuk tiga kematian dengan rasio kematian mencapai sekitar 27 persen.

Dari seluruh kasus tersebut, delapan telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium sebagai infeksi virus Andes atau Andes virus (ANDV). Sementara itu, dua kasus dikategorikan probable dan satu kasus lainnya masih dianggap tidak meyakinkan karena hasil laboratorium yang berbeda.

WHO menjelaskan sejak laporan terakhir dipublikasikan pada 8 Mei, terdapat dua kasus tambahan yang dilaporkan dari Prancis dan Spanyol. Kasus dari Prancis mulai menunjukkan gejala saat proses repatriasi, dilansir dari WHO.

Kasus dari Spanyol terdeteksi ketika tiba setelah repatriasi dan kini dilaporkan dalam kondisi baik tanpa gejala. Sementara itu, satu kasus tidak meyakinkan ditemukan pada penumpang yang dipulangkan ke Amerika Serikat.

Penumpang tersebut diketahui memiliki paparan berisiko tinggi terhadap kasus terkonfirmasi di atas kapal. Hasil laboratorium menunjukkan perbedaan, sehingga pengujian ulang masih dilakukan.

WHO menyatakan seluruh kasus yang terkonfirmasi laboratorium merupakan infeksi ANDV dan seluruh pasien adalah penumpang MV Hondius. Berdasarkan informasi sementara, hipotesis awal menunjukkan kasus pertama kemungkinan tertular sebelum naik ke kapal melalui paparan di darat.

Investigasi lebih lanjut masih dilakukan bersama otoritas kesehatan di Argentina dan Chile untuk memastikan sumber wabah. Bukti sementara juga menunjukkan adanya penularan antarmanusia di atas kapal pesiar.

Penanganan wabah dilakukan melalui respons internasional yang terkoordinasi. Upaya tersebut mencakup investigasi epidemiologi mendalam, isolasi pasien, evakuasi medis, pengujian laboratorium, pelacakan kontak internasional, karantina, serta pemantauan kesehatan.

Pelacakan kontak masih berlangsung terhadap seluruh penumpang yang terkait kasus hantavirus. WHO menilai risiko Hatavirus terhadap populasi global saat ini masih berada pada tingkat rendah, namun pemantauan situasi epidemiologi terus dilakukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....