DPR Dorong Edukasi Massif Cegah Penyebaran Hantavirus di Indonesia

  • 15 Mei 2026 14:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR meminta edukasi dan sosialisasi Hantavirus diperkuat di tengah masyarakat.
  • Kemenkes mencatat 23 kasus positif Hantavirus sepanjang 2024 hingga Mei 2026.
  • Penyebaran Hantavirus dinilai mulai mengancam kawasan perkotaan padat penduduk.

RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai kesadaran kolektif masyarakat perlu diperkuat untuk mengantisipasi penyebaran Hantavirus di Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami ancaman penyakit serta langkah pencegahannya.

Menurut Lestari, kasus Hantavirus di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data periode 2024 hingga 2026, tercatat 23 kasus terkonfirmasi dengan tiga kasus kematian.

Ia mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan Hantavirus sebagai penyakit yang perlu diwaspadai. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dinilai harus terus ditingkatkan.

"Negara melalui Kemenkes RI telah mengambil langkah konkret untuk mewaspadai ancaman Hantavirus. Meski begitu, kekhawatiran publik terhadap ancaman virus tersebut di tanah air, harus dapat diatasi secara bersama," kata Lestari di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.

Lestari menilai pencegahan penyebaran Hantavirus membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara mitigasi hingga tindakan yang harus dilakukan ketika terpapar virus tersebut.

Ia mengatakan peningkatan kewaspadaan harus dilakukan bersama. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan potensi penyebaran penyakit di masyarakat.

Ia juga menyoroti data Kementerian Kesehatan yang mencatat 256 kasus suspek Hantavirus sepanjang 2024 hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 kasus dinyatakan positif.

Meski jumlah kasus positif terlihat kecil, penyebaran virus dinilai tetap perlu diwaspadai. Sebab, Hantavirus disebut telah lama bergerak secara diam-diam dan kerap menyerupai penyakit lain seperti leptospirosis maupun demam berdarah.

Data Kemenkes juga menunjukkan 12 dari 23 kasus positif ditemukan di Jakarta dan Yogyakarta. Kondisi tersebut menandakan penyebaran virus tidak hanya terjadi di daerah terpencil, tetapi juga kawasan perkotaan padat penduduk.

Menurutnya, perkembangan wilayah urban dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Apalagi pola penyebaran Hantavirus di sejumlah negara mulai bergeser dari kawasan liar menuju wilayah permukiman padat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....