CNG dan LPG, Mana Lebih Aman?

  • 15 Mei 2026 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah masih mengkaji aspek keselamatan sebelum penggunaan tabung CNG 3 kilogram diterapkan luas di masyarakat.
  • CNG dinilai memiliki risiko penumpukan gas lebih rendah dibanding LPG karena lebih ringan dari udara.
  • Meski begitu, tabung CNG membutuhkan standar keamanan khusus karena disimpan dengan tekanan sangat tinggi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Rencana pemerintah mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif LPG subsidi mulai menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah tingkat keamanan penggunaan CNG dibanding LPG untuk rumah tangga.

Pemerintah saat ini masih mengkaji aspek keselamatan sebelum penggunaan tabung CNG 3 kilogram diterapkan secara luas. Kajian dilakukan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait standar keamanan energi.

Berikut perbandingan tingkat keamanan antara LPG dan CNG mengutip dari PT PGN dan berbagai sumber:

1. Karakteristik Gas Berbeda

LPG memiliki massa jenis lebih berat dibanding udara sehingga mudah mengendap di lantai atau ruangan tertutup saat bocor. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko ledakan apabila terkena sumber api.

Sementara CNG memiliki karakteristik lebih ringan dibanding udara. Saat terjadi kebocoran, gas cenderung cepat menyebar ke udara terbuka sehingga risiko penumpukan gas lebih rendah.

2. Tekanan Tabung CNG Lebih Tinggi

Meski dinilai lebih aman dari sisi penyebaran gas, CNG disimpan dalam tekanan jauh lebih tinggi dibanding LPG. Tekanan penyimpanan CNG dapat mencapai sekitar 200 hingga 250 bar.

Karena itu, tabung CNG membutuhkan spesifikasi keamanan khusus agar tetap aman digunakan masyarakat. Pemerintah saat ini masih menguji desain tabung CNG ukuran 3 kilogram sebelum dipasarkan.

3. Instalasi Tetap Menjadi Faktor Utama

Baik LPG maupun CNG tetap aman digunakan selama instalasi dan peralatan memenuhi standar keselamatan. Penggunaan regulator, selang, hingga tabung berkualitas menjadi faktor penting mencegah kebocoran gas.

Pemerintah juga menilai edukasi masyarakat sangat diperlukan sebelum implementasi dilakukan secara luas. Sosialisasi penggunaan tabung dan prosedur keselamatan akan menjadi bagian penting program konversi energi.

4. Tantangan Penggunaan Rumah Tangga

Selain keamanan, penggunaan CNG masih menghadapi tantangan distribusi dan infrastruktur. Tidak semua daerah memiliki akses jaringan gas bumi maupun fasilitas pengisian CNG.

Masyarakat juga kemungkinan perlu menyesuaikan peralatan kompor dan regulator rumah tangga. Karena itu, pemerintah menegaskan penerapan CNG akan dilakukan bertahap melalui proyek percontohan terlebih dahulu.

Kementerian ESDM memastikan kajian keselamatan penggunaan CNG masih terus dilakukan sebelum diterapkan luas di masyarakat. Pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi domestik tetap mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....