Pemerintah Akan Uji Coba CNG untuk Tabung LPG 3 Kg Tahun Ini

  • 15 Mei 2026 14:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mulai menguji coba penggunaan CNG pada tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG subsidi tahun 2026.
  • Kementerian ESDM memastikan implementasi CNG dilakukan bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapan teknologi.
  • Pemanfaatan CNG diharapkan mampu menekan impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis gas domestik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah akan memulai uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) pada tabung 3 kilogram pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai alternatif energi pengganti LPG subsidi untuk menekan impor nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan sejumlah proyek percontohan akan mulai dijalankan tahun ini. Pemerintah juga memastikan implementasi dilakukan secara bertahap dan tidak langsung menggantikan LPG 3 kilogram secara menyeluruh.

“Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project. Tahun ini sudah ada,” kata Laode dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Laode, pemerintah masih mengkaji berbagai aspek keselamatan sebelum penerapan dilakukan secara luas. Proses kajian melibatkan Badan Standardisasi Nasional, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Ketenagakerjaan.

Laode menegaskan pemanfaatan CNG nantinya dilakukan secara bertahap sebagai alternatif penggunaan LPG subsidi. Pemerintah tidak ingin proses transisi energi menimbulkan gangguan di masyarakat.

“Sebenarnya alternatif dan pengganti artinya sama. Cuma kalau pengganti itu masif dan besar, kalau alternatif kita ada tahapan-tahapannya,” ujarnya.

Pemerintah terus mencari solusi karena ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih cukup tinggi. Saat ini impor LPG nasional mencapai sekitar tujuh juta ton per tahun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang mengkaji berbagai sumber energi alternatif pengganti LPG. Salah satu strategi yang disiapkan adalah pemanfaatan DME dan CNG berbasis gas domestik.

“Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya. Salah satu problem kita karena bahan baku LPG produksi dalam negeri tidak terlalu banyak,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Menurut Bahlil, bahan baku CNG tersedia cukup melimpah di Indonesia sehingga dinilai potensial sebagai energi alternatif. Pemanfaatannya dilakukan menggunakan teknologi tekanan tinggi agar aman digunakan masyarakat.

“CNG dari gas cair C1 dan C2, industrinya di dalam negeri kita banyak. Tetapi memakai alat dengan tekanan sampai 250 hingga 400 bar,” ujar Bahlil.

Pemerintah berharap pengembangan CNG dapat membantu mengurangi ketergantungan impor LPG secara bertahap. Selain itu, penggunaan energi alternatif juga dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....