Komisi IV DPR Wanti-Wanti Stok Beras di Gudang Bulog Alami Kerusakan

  • 14 Mei 2026 10:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo merespons, melimpahnya stok beras di gudang Perum Bulog.
  • Politikus Golkar ini menilai, penumpukan beras tanpa manajemen stok beras yang baik berisiko menimbulkan kerusakan komoditas.
  • Jika disimpan terlalu lama, terutama lebih dari enam hingga sembilan bulan tanpa pengendalian suhu dan kelembaban kualitas beras akan menurun

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo merespons, melimpahnya stok beras di gudang Perum Bulog. Stok beras di Bulog saat ini, mencapai 5,3 juta ton.

Politikus Golkar ini menilai, penumpukan beras tanpa manajemen stok beras yang baik berisiko menimbulkan kerusakan komoditas. Sekaligus, berpotensi merugian negara hingga dugaan manipulasi data stok di sejumlah cabang Bulog.

"Beras merupakan komoditas hidup yang memiliki batas waktu penyimpanan ideal. Jika disimpan terlalu lama, terutama lebih dari enam hingga sembilan bulan tanpa pengendalian suhu dan kelembaban kualitas beras akan menurun," kata anggota Baleg DPR RI dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kelembaban tinggi dapat memicu munculnya kutu beras dan jamur yang menyebabkan beras tidak layak konsumsi. Selain itu, beras juga mengalami penyusutan bobot akibat penguapan dan pecah butir selama penyimpanan.

"Biaya penyimpanan yang besar seperti fumigasi, listrik gudang, dan tenaga kerja juga akan menambah beban keuangan Bulog. Karena itu, standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menetapkan stok buffer pangan idealnya diputar setiap enam hingga sembilan bulan," ucap Firman.

Penahanan stok beras dalam jumlah besar, ia menuturkan, dapat memicu kenaikan harga di pasar. Ketika stok beras tersimpan di gudang dan tidak segera dilepas ke pasar, pedagang membaca kondisi tersebut sebagai sinyal keterbatasan pasokan.

“Kalau stok ditahan terlalu lama, pasar menganggap suplai terbatas. Akibatnya harga bisa naik,” ujar Firman.

Sebelumnya diberitakan, Dirut Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan, ketersediaan stok beras nasional dalam kondisi aman dan stabil. Menurutnya, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah menembus lebih dari 5 juta ton.

Jumlah tersebut dinilai, diungkapkannya, cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia. “Ketersediaan stok beras yang mencapai lebih dari 5 juta ton ini menjadi bukti komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pangan nasional," kata Rizal saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 25 April 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....