Dirut Bulog Ajak BEM SI Tinjau Stok Beras di Gudang Bulog

  • 08 Mei 2026 00:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bulog mengajak BEM Seluruh Indonesia meninjau langsung stok beras nasional di Gudang Bulog Sunter, Jakarta Utara
  • Direktur Utama Bulog menyebut cadangan beras pemerintah mencapai 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
  • Perwakilan mahasiswa menilai ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman setelah melihat langsung stok beras Bulog.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak BEM Seluruh Indonesia meninjau stok beras nasional. Peninjauan dilakukan di Gudang Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 6 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menunjukkan kondisi riil cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog saat ini. “Alhamdulillah siang hari ini kami bersama BEM Seluruh Indonesia hadir, menyaksikan dan berkunjung ke gudang Bulog yang ada di Jakarta, yaitu di Sunter,” kata Rizal.

Menurut Rizal, keterlibatan mahasiswa penting agar masyarakat memperoleh informasi objektif mengenai kondisi stok beras nasional. Ia menyebut gudang Bulog saat ini dipenuhi beras hasil serapan panen petani dalam negeri.

Bulog membeli gabah kering panen petani menggunakan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut dinilai mendukung stabilitas harga sekaligus menjaga kesejahteraan petani nasional.

“Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, beras Indonesia terbanyak di hari ini. Ini cukup membanggakan dan kami sengaja bawa adik-adik mahasiswa khususnya dari BEM seluruh Indonesia untuk menyaksikan langsung kondisi stok beras Bulog,” ujarnya.

Rizal menjelaskan total stok cadangan beras pemerintah secara nasional kini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Jumlah tersebut disebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan cadangan beras nasional Indonesia.

Sementara itu, tingkat keterisian Gudang Bulog Sunter mencapai sekitar 98 persen dari total kapasitas tersedia. Gudang tersebut memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 355 ribu ton untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Tingginya keterisian membuat Bulog menyewa gudang tambahan di Tangerang dan wilayah Banten untuk penyimpanan beras. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga distribusi dan stabilitas harga pangan di pasaran nasional.

Perwakilan BEM Seluruh Indonesia, Emon Wirawan, menilai kondisi ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam keadaan baik. Penilaian tersebut disampaikan setelah mahasiswa melihat langsung kondisi stok beras Bulog di lapangan.

“Kami sebagai mahasiswa sudah menyaksikan itu. Beberapa isu yang mungkin tersebar di media sana yang mungkin meragukan bagaimana ketahanan pangan Indonesia,” katanya.

“Maka hari ini kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sebagai perwakilan dari mahasiswa. Ketahanan pangan kita untuk ke depan sudah terjaga, optimislah untuk Indonesia maju,” ujar Emon menambahkan.

Mahasiswi Universitas Trilogi, Hani Fatimah, juga menyebut stok beras nasional cukup aman menghadapi potensi El Nino mendatang. “Kekhawatiran kita tentang nanti akan ada El Nino yang besar, itu juga sudah bisa dipastikan beras kita tuh aman dalam jangka waktu satu tahun ke depan,” ucap Hani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....