Stok Beras Nasional Dinilai Perlu Diimbangi Stabilitas Distribusi dan Harga
- 11 Mei 2026 15:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota DPR RI, Azis Subekti, menilai ketersediaan stok beras nasional perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok dan stabilitas harga di masyarakat
- Ia mengatakan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai lebih dari 5 juta ton
- Menurutnya, keberhasilan menjaga cadangan beras harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui harga pangan yang stabil
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI, Azis Subekti, menilai ketersediaan stok beras nasional perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok dan stabilitas harga di masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga cadangan beras harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui harga pangan yang stabil.
“Seluruh capaian itu pada akhirnya harus bermuara pada satu hal. Yakni harga yang stabil karena di situlah rakyat merasakan kehadiran negara,” kata Azis, Senin, 11 Mei 2026.
Ia mengatakan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai lebih dari 5 juta ton. Jumlah tersebut dinilai mencerminkan kapasitas negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional pada level yang terus meningkat.
Azis juga menyoroti bahwa stok beras saat ini sebagian besar berasal dari hasil serapan produksi petani dalam negeri. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan penguatan arah menuju kemandirian pangan nasional.
Ia menjelaskan, kepastian penyerapan hasil panen dapat memberikan dorongan bagi petani untuk meningkatkan produksi. Namun demikian, Azis menilai swasembada pangan tidak hanya diukur dari besarnya stok yang tersedia di gudang.
“Rakyat tidak merasakan angka stok. Tetapi merasakan harga di pasar dan warung,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya distribusi dan logistik yang efisien agar pasokan pangan dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata. Menurutnya, stok yang besar perlu didukung sistem distribusi yang cepat dan tepat guna menjaga stabilitas harga di berbagai daerah.
Azis menambahkan, pengalaman sejumlah negara menunjukkan produksi pangan yang tinggi belum tentu mampu menjaga kestabilan harga apabila tata kelola distribusi dan logistik belum optimal. Ia menilai pembangunan sistem pangan nasional perlu dilakukan secara terintegrasi mulai dari produksi, penyerapan, distribusi, hingga pengendalian harga.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog telah mencapai 5,23 juta ton. Ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional hingga tahun depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....