Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 Aman dan Mencukupi

  • 14 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementan memastikan stok hewan kurban Iduladha 2026 aman dengan surplus nasional sekitar 891 ribu ekor.
  • Pasokan sapi terbesar berasal dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur, sedangkan kambing-domba dominan di Jawa.
  • Pemerintah memperketat vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk mencegah penyakit menular dan zoonosis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Demikian disampaikan oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata.

Ia mengatakan, potensi ketersediaan hewan kurban tahun ini mencapai lebih dari 3,2 juta ekor. Sementara itu, kebutuhan hewan kurban secara nasional diperkirakan sekitar 2,35 juta ekor.

Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 891 ribu ekor secara nasional. "Potensi ketersediaannya mencapai 3.246.000 ekor lebih, sedangkan kebutuhan diperkirakan sekitar 2.355.000 ekor," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, distribusi hewan kurban tersebar relatif merata di berbagai daerah di Indonesia. Namun, terdapat sejumlah wilayah yang menjadi sentra utama peternakan sapi maupun kambing dan domba.

Menurutnya, pasokan sapi terbesar berasal dari wilayah Indonesia bagian timur. Seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, serta Jawa Timur.

Sementara itu, populasi kambing dan domba paling banyak berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Terkait harga hewan kurban, Ketut menilai kondisi pasar masih relatif stabil meski permintaan meningkat menjelang Iduladha.

"Walaupun kebutuhan tinggi, suplai juga memadai. Sehingga harga secara umum masih bisa distabilkan," ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Pengawasan dilakukan bersama pemerintah daerah melalui program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan serta petugas kesehatan hewan.

Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit hewan menular strategis maupun zoonosis. "Pemerintah terus menjalankan program vaksinasi dan pengawasan kesehatan hewan untuk menjamin hewan kurban dalam kondisi sehat," ucapnya.

Sementara itu, kebutuhan hewan kurban untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Lebak diperkirakan mengalami peningkatan. Diperkirakan peningkatannya mencapai 8.000 ekor.

Kenaikan kebutuhan hewan kurban itu dipengaruhi meningkatnya minat masyarakat untuk berkurban pada tahun ini. Pemerintah daerah pun mulai memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan yang diperjualbelikan di sejumlah lapak penjualan ternak.

"Untuk kebutuhan Iduladha tahun ini diproyeksikan mencapai 8.000 ekor. Terdiri atas 445 kerbau, 846 sapi, 6.409 domba, dan 300 kambing," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Hanik Malichatin.

Ia menjelaskan, sebagian kebutuhan hewan kurban dipenuhi dari peternak lokal Kabupaten Lebak. Namun, untuk jenis tertentu masih dipasok dari luar daerah.

"Kerbau dan kambing sebagian besar tersedia dari peternak lokal. Sedangkan domba dan sapi didatangkan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung," ucapnya, menjelaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....