Kemenkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Penyakit Zoonosis jelang Iduladha 2026
- 13 Mei 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenkes mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit zoonosis menjelang Iduladha 2026.
- Antraks menjadi salah satu penyakit utama yang perlu diwaspadai dari hewan ternak kurban.
- Pemerintah meminta masyarakat memperhatikan kesehatan hewan dan kebersihan pengelolaan daging kurban.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis menjelang Iduladha 2026. Penyakit zoonosis merupakan infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya.
"Kementerian Kesehatan menyampaikan perlunya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis dari hewan ternak saat hari raya kurban Iduladha. Penyakit zoonosis adalah penyakit atau infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya,” kata Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Andi mengatakan antraks menjadi salah satu penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai. Penyakit tersebut berasal dari hewan ternak dan disebabkan bakteri Bacillus anthracis.
Menurut Andi, antraks dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, menghirup udara tercemar, hingga mengonsumsi daging yang tidak matang. Penularan juga dapat terjadi melalui tanah maupun limbah pemotongan hewan yang telah terkontaminasi.
Data Kemenkes mencatat kasus antraks sempat mencapai 81 kasus pada 2023 dengan tiga kematian. Namun jumlah kasus terus mengalami penurunan sepanjang 2024 hingga 2026.
“Tentunya dengan kewaspadaan ini kita berharap bisa menjaga kesehatan masyarakat kita, sehingga kasus yang terjadi itu minimal atau tidak ada. Kita berharap bahwa tidak ada lagi angka kematian,” ujarnya.
Pada 2025 dan 2026, Kemenkes tidak mencatat adanya kematian akibat antraks. Sebagian besar kasus yang ditemukan merupakan antraks kulit, sementara antraks saluran pencernaan dan meningitis tergolong lebih berbahaya.
Andi mengatakan pemerintah berharap kewaspadaan masyarakat dapat mencegah munculnya kasus baru selama Iduladha. Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan peternakan di berbagai daerah.
Selain antraks, masyarakat juga diimbau memperhatikan kebersihan dalam proses pengelolaan daging kurban. "Langkah ini penting untuk mencegah kontaminasi bakteri maupun penyakit menular lainnya akibat pengelolaan daging yang tidak benar," kata Andi.
Kemenkes meminta masyarakat segera melapor kepada petugas kesehatan atau dinas peternakan apabila menemukan hewan kurban yang menunjukkan gejala sakit. Pemerintah menegaskan kewaspadaan bersama menjadi kunci menjaga keamanan pangan selama Iduladha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....