Pemerintah Cegah Hantavirus Jadi Pandemi Baru Seperti COVID-19

  • 14 Mei 2026 06:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memperketat pengawasan Hantavirus agar tidak berkembang menjadi pandemi baru seperti COVID-19.
  • Kemenkes memantau ketat penumpang internasional, khususnya dari kawasan Amerika Selatan pasca kasus di MV Hondius.
  • Pemerintah berharap penyebaran Hantavirus tetap terbatas pada klaster kapal pesiar dan tidak meluas ke masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah berupaya mencegah penyebaran Hantavirus agar tidak berkembang menjadi pandemi baru seperti COVID-19. Kementerian Kesehatan memastikan langkah pengawasan dan isolasi terus dilakukan menyusul temuan kasus pada penumpang kapal pesiar MV Hondius.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni mengatakan pemerintah memperketat pemantauan terhadap pelaku perjalanan internasional, terutama dari kawasan Amerika Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan potensi penyebaran virus dapat segera dikendalikan.

“Atensi ini memang dipicu oleh kejadian di MV Hondius. Kita pantau terus pergerakannya, namun kita berharap ini tidak menjadi pandemi, ini beda dengan COVID-19,” ujar Andi di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Pemerintah juga memanfaatkan sistem digital melalui aplikasi All Indonesia untuk melacak riwayat perjalanan penumpang dari negara tertentu, termasuk Argentina. Melalui sistem tersebut, petugas kesehatan dapat melakukan pemantauan lebih cepat terhadap warga yang berisiko.

Kemenkes menetapkan masa pemantauan intensif selama empat hingga delapan hari sesuai masa inkubasi virus tipe HPS yang ditemukan. Dalam periode tersebut, petugas akan mengawasi kemungkinan munculnya gejala pada penumpang dari rute internasional tertentu.

Menurut Andi, pemerintah ingin memastikan penanganan dilakukan secara cepat agar penyebaran virus tetap terbatas di lingkungan klaster kapal pesiar. Karena itu, pengawasan di bandara dan pelabuhan internasional juga terus diperkuat.

“Kita ingin ini cukup di klaster kapal itu saja. Kalau semua sudah diperiksa dan hasilnya aman, kita semua bisa bernapas lega,” katanya.

Selain pengawasan perjalanan, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko penularan penyakit. Pemerintah meminta warga melaporkan riwayat perjalanan secara jujur melalui sistem barcode digital yang tersedia di gerbang masuk internasional.

Kemenkes menegaskan situasi saat ini masih terkendali dan belum menunjukkan indikasi penyebaran luas di masyarakat. Pemerintah berharap langkah mitigasi yang dilakukan dapat mencegah Hantavirus berkembang menjadi ancaman kesehatan global seperti pandemi COVID-19.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....