Menkes Tegaskan Varian Hantavirus Indonesia Tetap Aman

  • 12 Mei 2026 15:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan virus hantavirus yang ditemukan pada kasus di luar negeri berbeda dengan varian yang ada di Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan varian hantavirus kapal pesiar luar negeri berbeda dengan virus yang terdeteksi di Indonesia. Karena itu, Kemenkes pun bergerak cepat melacak satu warga negara asing (WNA) kontak erat yang diketahui sudah berada di Indonesia.

“Ini virusnya beda dengan Covid, ini sudah lama ada. Sejak tahun 2000-an di Indonesia sudah teridentifikasi,” kata Budi Gunadi Sadikin saat diwawancarai awak media di Kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Menkes, varian hantavirus yang muncul di luar negeri berbeda dengan yang ditemukan di Indonesia. Karena itu, pemerintah memilih memperkuat sistem surveilans dan mempercepat penanganan bila ditemukan kasus.

“Yang kita lakukan adalah surveillance-nya diperbaiki. Kemudian kalau ada yang ketahuan kena, itu bisa dikirim ke rumah sakit, rumah sakit sudah tahu cara mengobatnya,” ucap Budi.

Menkes Budi menjelaskan Indonesia menerima informasi dari pemerintah Inggris pada 7 Mei mengenai seorang WNA yang menjadi kontak erat pasien positif hantavirus di kapal pesiar. Pasalnya, orang tersebut diketahui bekerja di Indonesia dan langsung dilacak oleh pemerintah.

“Tanggal 8 kita identifikasi. Kemudian kita periksa dan kondisinya sekarang baik-baik saja,” ujar Menkes.

Pemerintah kemudian membawa WNA tersebut ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Hasil tes sementara menunjukkan yang bersangkutan negatif hantavirus, namun tetap diminta menjalani isolasi sementara guna memantau masa inkubasi penyakit.

“WNA itu sudah diperiksa menyeluruh di RSPI Sulianti Saroso dan hasil sementara menunjukkan negatif hantavirus. Namun, pemerintah tetap meminta yang bersangkutan menjalani isolasi sementara guna memantau masa inkubasi penyakit tersebut,” ujarnya.

Menkes menyebut pengalaman pandemi Covid-19 membuat kemampuan surveilans Indonesia menghadapi ancaman penyakit menular semakin siap. Menurutnya, kerja sama internasional kini memudahkan pemerintah mendeteksi potensi penyebaran penyakit menular dari luar negeri lebih cepat.

“Pengalaman pandemi Covid-19 membuat kemampuan surveilans dan kerja sama internasional Indonesia kini jauh lebih siap. Pemerintah kini lebih cepat mendeteksi potensi ancaman penyakit menular dari luar negeri sebelum meluas,” kata Menkes Budi menutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....