Mensos dan Ketua Umum Karang Taruna Kunjungi Sekolah Rakyat di Bekasi
- 13 Mei 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMRA) 13 Bekasi bersama Ketua Umum Karang Taruna, Budi Djiwandono.
- Kehadiran keduanya untuk melihat langsung proses pembelajaran di sekolah rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo.
- Menurut Mensos, proses pembelajaran di sekolah rakyat sempat mengalami tantangan di masa-masa awal
RRI.CO.ID, Bekasi - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf bersama Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Budisatrio Djiwandono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Keduanya hadir untuk melihat langsung proses pembelajaran para siswa di sekolah rakyat setelah 9 bulan berdiri, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Mensos, proses pembelajaran di sekolah rakyat sempat mengalami tantangan di masa-masa awal. Hal ini dikarenakan perbedaaan latar belakang siswa maupun kapasitas.
Selain itu, para siswa yang masuk juga tidak melalui tes akademik. Sementara di lain sisi proses pembelajaran di sekolah rakyat menggunakan metode pembelajaran formal.
"Hari ini Pak Budi memang kita ajak untuk melihat bagaimana proses pembelajaran dengan fasilitas-fasilitas yang ada. Sungguh berterima kasih ini menjelang satu tahun banyak dukungan dari berbagai pihak dan ini kami harapkan," kataya, kepada wartawan, Rabu, 13 Mei 2026.
Bukan itu saja, selain pembelajaran formal sekolah rakyat juga menerapkan konsep boarding atau asrama. Yang mana dalam boarding tersebut para siswa mendapatkan pembelajaran berupa pendidikan karakter.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Sekolah dan guru-guru sekolah rakyat. Yang telah bekerja dengan penuh dedikasi di tengah tantangan yang tidak mudah.
Dan di tengah tantangan yang berat, ia juga mengapresiasi sejumlah prestasi yang telah dilahirkan sekolah rakyat. Tahun ini misalnya ada sebanyak 450 siswa yang akan mengikuti ujian akhir tingkat SD, SMP dan SMA.
"Saya ingin berterima kasih kepada kepala sekolah dan guru-guru sekolah rakyat yang di tengah-tengah tantangan seperti itu bekerja dengan penuh dedikasi.Sungguh-sungguh tidak mudah," katanya.
Ia juga menegaskan, bahwa sekolah rakyat menganut kurikulum Multi-Entry Multi-Exit atau kurikulum yang fleksibel. Hal ini dikarenakan para siswa terdiri dari anak-anak putus sekolah serta sebagian usianya melebihi batas usia pada umumnya.
"Karena mereka diantaranya putus sekolah, jadi usianya ada yang melebihi sekolah pada umumnya. Tapi oleh para guru tetap dipacu mereka mengejar ketertinggalan itu," katanya.

Sementara itu, Budi Djiwandono, mengatakan kehadiran dirinya dan jajaran pengurus Karang Taruna untuk melihat langsung pelaksanaan sekolah rakyat. Yang merupakan program prioritas dan unggulan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Karang Taruna juga menyempatkan berkeling serta melihat langsung proses pembelajaran. Termasuk menyempatkan berdialog dengan anak-anak atau siswa SRMA.
Ia mengaku amat tersentuh dengan cerita para siswa sekolah rakyat. Yang berasal dari golongan yang paling membutuhkan pertolongan dan sangat tidak mampu.
"Kita mendengar tadi banyak siswa yang sudah tidak memiliki orangtua, orangtua bekerja sebagai buruh harian, pemulung, OB, dan berpendapatan sangat terbatas. Tapi berkat hadirnya sekolah rakyat ini mereka bisa meraih cita-cita masa depan melalui pendidikan," katanya.
Budi juga menegaskan, bahwa Karang Taruna akan mendorong kader-kader Karang Taruna membantu Kementerian Sosial. Yakni untuk mencari anak-anak yang memang perlu dibantu untuk menjadi siswa sekolah rakyat.
"Kami sadar betul bahwa perbaikan itu pasti harus ada ke depan. Tapi kami hormat dan apresiasi kepada Pa Mensos sebagai penggerak utama program ini bisa menghadirkan sekolah rakyat sesuai visi misi Bapak Presiden," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....