UMN Cetak Wirausaha Muda lewat Pelatihan Sablon di Desa Curug Sangereng
- 18 Agt 2026 11:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Universitas Multimedia Nusantara melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang, yang berfokus pada pengembangan keterampilan industri kreatif untuk generasi muda.
- Program ini didanai melalui Hibah Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 dan melibatkan 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dengan berbagai pelatihan keterampilan.
- Pelatihan mencakup ilustrasi manual, desain digital berbasis kecerdasan buatan (AI), teknik sablon manual, dan pengoperasian mesin press untuk membuka peluang kerja dan usaha mandiri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mendorong penguatan keterampilan generasi muda melalui pemberdayaan masyarakat di Desa Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang. Program tersebut mengembangkan keterampilan industri kreatif sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha bagi generasi muda setempat.
Program yang didanai Hibah Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026 itu diikuti sekitar 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng. Pelatihan mencakup ilustrasi manual, desain digital berbasis kecerdasan buatan atau AI, teknik sablon manual, hingga pengoperasian mesin press.
Ketua Tim Pelaksana, Rezki Gautama, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali generasi muda. Pembekalan diberikan berupa keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang kerja maupun usaha mandiri.
"Pelatihan ini dirancang untuk membekali anggota Karang Taruna dengan kemampuan ilustrasi. Serta teknik cetak sablon secara manual maupun digital," ujar Rezki dalam keterangannya, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Pendidikan Nasional. Khususnya dalam penguatan kapasitas masyarakat dan generasi muda.
Rezki mengatakan peserta didorong menjadi pribadi yang kreatif, produktif, adaptif, dan memiliki daya saing. Proses pembelajaran dilakukan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, praktik langsung, serta pendampingan dosen dan mahasiswa.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan penguatan kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Termasuk kolaborasi yang dinilai penting untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.
Dalam pelatihan tersebut, materi ilustrasi manual untuk kebutuhan sablon disampaikan Dosen Desain Komunikasi Visual UMN Tomy Fasial Alim. Sementara materi desain digital berbasis AI diberikan Dosen Ilmu Komunikasi UMN Indiwan Seto Wahyu.
Indiwan menjelaskan, teknologi AI dapat membantu mempercepat proses eksplorasi ide visual dalam pembuatan desain sablon. Menurutnya, AI dapat membantu meningkatkan kualitas gambar, mengubah desain menjadi format vektor siap cetak, melalui perintah teks atau prompt.
Hingga mendukung proses pemisahan warna, penghapusan latar belakang, dan pembuatan mockup produk. "AI dapat mempercepat eksplorasi ide visual, meningkatkan kualitas gambar secara otomatis, dan mengubah desain menjadi format vektor siap cetak," kata Dosen Ilmu Komunikasi UMN Indiwan Seto Wahyu.
Indiwan menambahkan, AI juga memungkinkan pengguna menghasilkan beragam alternatif desain dengan gaya berbeda. Seperti cyberpunk, vintage, anime, pop art, typography 3D, hingga minimalis.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses kerja. Sehingga pelaku usaha sablon dapat lebih fokus pada produksi dan strategi pemasaran.
Ketua Karang Taruna Desa Curug Sangereng, Arsudin, menyambut positif program pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi di bidang seni dan desain penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi UMN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....