Menteri Imipas Ziarah ke TMP Taruna Tangerang

  • 10 Agt 2026 04:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto berziarah ke makam paman Presiden Prabowo Subianto
  • Selain itu, memimpin aksi bersih-bersih Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Kota Tangerang, Banten

RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto berziarah ke makam paman Presiden Prabowo Subianto. Selain berziarah, Agus memimpin aksi bersih-bersih di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Kota Tangerang, Banten.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan tahun ini mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang jasa dan pengorbanan para pejuang bangsa. "Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan," ujarnya, Sabtu 9 Agustus 2026.

Karena itu, lanjutnya, harus menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai pengingat untuk terus menjaga nilai persatuan dan semangat kebangsaan. Aksi bersih TMP juga merupakan bagian dari rangkaian Fun Walk yang dimulai dari Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia.

Pengelola TMP Taruna saat mendampingi Menteri Agus menyebutkan pejuang yang dimakamkan merupakan tiga perwira dan 34 taruna akademi militer Tangerang. Rata-rata taruna yang meninggal masih belasan tahun.

"Yang meninggal ada 34 taruna dan di antaranya tiga perwira, perwiranya adalah Mayor Daan Mogot. Kemudian Bapak Sutopo, satu lagi Pak Subianto Jojohadikusumo, itu yang kebetulan pamannya Pak Prabowo (Presiden Prabowo, Red)," ucapnya.

Puluhan pejuang tewas ketika hendak melucuti persenjataan tentara Jepang usai kemerdekaan. Akan tetapi Jepang memilih menyerahkan senjata kepada tentara sekutu.

"Nah beliau semua gugur di Desa Lengkong Wetan, kemudian itu terjadi tanggal 25 Januari 1946, dalam rangka Perlucutan Senjata Jepang. Tetapi mereka belum mau menyerahkan kepada Indonesia, mereka inginnya menyerahkan kepada sekutu," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....