Komisi VII DPR Dorong Pemerintah Perluas Promosi Wisata Indonesia Bagian Utara
- 13 Mei 2026 12:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Data devisa yang masuk ke Republik Indonesia tahun 2024 itu masih rendah, sekitar Rp64 triliun.
- Anggota Komisi VII DPR RI, Tifatul Sembiring mendorong, pemerintah memperluas pengembangan dan promosi pariwisata nasional.
- Tifatul mengingatkan, potensi pariwisata di berbagai daerah di Indonesia masih sangat besar dan belum tergarap secara optimal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Tifatul Sembiring mendorong, pemerintah memperluas pengembangan dan promosi pariwisata nasional. Tepatnya, promosi dan pengembangan pariwisata nasional ke kawasan Indonesia bagian utara.
Tifatul mengingatkan, potensi pariwisata di berbagai daerah di Indonesia masih sangat besar dan belum tergarap secara optimal. Ia membandingkan pemasukan devisa sektor pariwisata Indonesia dengan sejumlah negara lain yang dinilai jauh lebih tinggi.
“Data devisa yang masuk ke Republik Indonesia tahun 2024 itu masih rendah, sekitar Rp64 triliun. Kalau kita bandingkan dengan Malaysia saja sudah Rp406 triliun pada tahun yang sama," kata politikus PKS ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Bahkan Jepang, kata Tifatul, mampu meraup pemasukan senilai Rp900 triliun. Karena itu, promosi pariwisata tidak boleh hanya terpusat pada Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami berfokus sebetulnya mengusulkan bukan hanya Bali ya. Bukan kita tidak setuju dengan Bali, tapi spot Indonesia itu luas sekali,” ucap Tifatul.
Kemudian, ia mengungkapkan, sejumlah wilayah di Indonesia bagian utara yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata internasional. Yakni, seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Raja Ampat.
“Saya buka di utara itu banyak sekali spot, masuk di Aceh, Sumatera Utara, daerah Kepri, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara. Sampai ke Maluku Utara dan Raja Ampat,” kata Tifatul.
Jika potensi tersebut dikelola secara serius dan terintegrasi, ia meyakini, devisa sektor pariwisata Indonesia dapat meningkat berkali-kali lipat. "Angka Rp64 triliun itu mungkin bisa dilipatkan 10 atau 100 kali lipat,” ucap Tifatul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....