Pariwisata Triwulan I 2026 Positif, Kunjungan Wisman Maret Tembus 1,09 Juta
- 09 Mei 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian pariwisata hingga Maret 2026 menunjukkan resiliensi industri di tengah dinamika global.
- Secara kumulatif Januari–Maret 2026, perjalanan wisnus naik 13,14 persen menjadi 319,51 juta perjalanan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata menyatakan sektor pariwisata memberi kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional pada Triwulan I 2026. Hal ini ditandai peningkatan kunjungan wisatawan, belanja turis, hingga perjalanan wisatawan domestik.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian pariwisata hingga Maret 2026 menunjukkan resiliensi industri di tengah dinamika global. “Secara keseluruhan, pencapaian sektor pariwisata pada bulan Maret 2026 merupakan prestasi yang membanggakan dan membuktikan resiliensi pariwisata Indonesia,” ujarnya, Sabtu 9 Mei 2026.
Data Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan. Atau, naik 10,50 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 984.769 kunjungan.
Secara kumulatif Januari–Maret 2026, kunjungan wisman meningkat 8,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi potensi penurunan akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, pemerintah menerapkan strategi adaptif dengan menyasar pasar alternatif.
Hasilnya, wisman asal Oseania tumbuh 19,32 persen, Asia Tenggara naik 18,84 persen. Serta Asia lainnya meningkat 8,03 persen secara tahunan pada Maret 2026.
Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan (Average Spending per Arrival/ASPA) Triwulan I 2026 mencapai 1.345,61 dolar AS atau sekitar Rp22,87 juta. Angka ini tumbuh 5,36 persen secara year-on-year.
Kemenpar menegaskan akan terus mengembangkan produk dan paket wisata berkualitas. Guna memperkuat dampak ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.
Sementara, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Maret 2026 tercatat 126,34 juta perjalanan, melonjak 42,10 persen dibandingkan Maret 2025. Lonjakan dipicu momen libur Nyepi dan Idul Fitri serta peningkatan konsumsi masyarakat.
Secara kumulatif Januari–Maret 2026, perjalanan wisnus naik 13,14 persen menjadi 319,51 juta perjalanan. Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri mencapai 793.158 perjalanan pada Maret 2026, meningkat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025.
Meski demikian, jumlah kunjungan wisman tetap melampaui perjalanan wisatawan nasional. Sehingga mencatat surplus 0,30 juta kunjungan pada Maret 2026 dan surplus 0,94 juta kunjungan secara kumulatif Triwulan I.
Kondisi ini dinilai mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif. Termasuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Ekonomi nasional Triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen (year-on-year). Sektor pariwisata berkontribusi sekitar 4,01–5,00 persen terhadap perekonomian berdasarkan estimasi BPS dan Office of Chief Economist Bank Mandiri.
Pertumbuhan lapangan usaha terkait pariwisata juga menguat. Yakni, meliputi:
- Akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen (Rp172,7 triliun)
- Jasa lainnya tumbuh 9,91 persen (Rp136,4 triliun)
- Transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen (Rp378,3 triliun)
- Jasa perusahaan tumbuh 4,91 persen (Rp122 triliun)
Widiyanti menegaskan capaian tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan global terhadap destinasi wisata Indonesia. Serta peran penting pariwisata dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....