Bareskrim Ungkap Peran Ratusan WNA di Markas Judol Jakarta Barat
- 11 Mei 2026 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bareskrim Polri mengungkap pembagian peran 320 WNA dalam operasional markas judi online di Jakarta Barat.
- Para pelaku bertugas sebagai telemarketing, customer service, admin, hingga bagian penagihan pengguna judi online.
- Polisi masih mendalami aktor utama, aliran dana, serta jaringan perjudian online lintas negara Asia Tenggara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap pembagian peran ratusan warga negara asing dalam markas judi online di Jakarta Barat. Para pelaku diketahui menjalankan operasional perjudian daring internasional dengan tugas berbeda di setiap bagian.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra mengatakan sindikat tersebut bekerja secara terstruktur dan profesional. Pembagian tugas dilakukan untuk mendukung seluruh aktivitas perjudian online yang dijalankan dari markas tersebut.
“Ada yang bertugas sebagai telemarketing dan customer service. Ada juga yang bagian admin hingga penagihan kepada pengguna," ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.
Masing-masing pekerja, kata dia, memiliki fungsi khusus dalam menjalankan aktivitas perjudian daring internasional tersebut. Tugas mereka mencakup mencari pemain dan melayani pelanggan selama operasional perjudian berlangsung.
Selain itu, para pelaku juga bertugas mengelola data pemain dan melakukan penagihan kepada para pengguna judi online. Sistem kerja tersebut menunjukkan sindikat menjalankan operasional secara rapi dan terorganisasi layaknya perusahaan profesional.
Dalam penggerebekan yang dilakukan Kamis, 7 Mei 2026, polisi mengamankan total 321 orang dari lokasi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 320 orang merupakan warga negara asing dan satu lainnya warga negara Indonesia.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, warga negara Indonesia yang diamankan diduga bekerja sebagai customer service jaringan perjudian tersebut. Namun, penyidik masih mendalami lebih lanjut peran lengkap yang bersangkutan dalam operasional sindikat tersebut.
“Peran WNI masih kami dalami lebih lanjut. Untuk sementara diketahui bertugas sebagai customer service jaringan tersebut," katanya.
Penyidik kini masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan perjudian online internasional tersebut. Polisi juga menelusuri dugaan pengendali utama dan aktor intelektual di balik operasional jaringan tersebut.
Selain itu, penyidik turut mendalami pola perekrutan pekerja dan alur komunikasi antaranggota sindikat perjudian tersebut. Polisi juga menelusuri sumber pendanaan yang digunakan menjalankan bisnis ilegal lintas negara tersebut.
Dalam penyidikan, aparat turut menyita berbagai barang bukti elektronik dari lokasi penggerebekan di Jakarta Barat tersebut. Barang bukti yang diamankan berupa komputer, perangkat komunikasi, dan sejumlah perangkat elektronik lainnya.
“Kami masih mendalami seluruh perangkat elektronik yang diamankan. Analisis forensik digital juga masih terus berjalan," ujarnya.
Analisis forensik digital dilakukan untuk mengungkap jaringan operasional dan server yang digunakan para pelaku selama beroperasi. Polisi juga mendalami kemungkinan keterhubungan sindikat tersebut dengan jaringan perjudian online di Asia Tenggara.
Saat ini, sebanyak 320 warga negara asing telah dititipkan kepada pihak imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara satu warga negara Indonesia ditahan di Bareskrim Polri guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Brigjen Pol. Wira mengungkapkan warga negara Indonesia tersebut pernah bekerja di Kamboja sebelum diamankan dalam kasus ini. Negara tersebut selama ini dikenal menjadi salah satu pusat operasional jaringan judi online internasional di Asia Tenggara.
Polri menegaskan penyidikan kasus perjudian online internasional tersebut masih terus berkembang hingga saat ini. Tidak menutup kemungkinan muncul tersangka baru dari hasil pendalaman barang bukti dan aliran dana perjudian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....