Rumah Makan Ambo Jowo, Hadirkan Perpaduan Kuliner Padang dan Jawa

  • 11 Mei 2026 14:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rumah Makan Ambo Jowo, Hadirkan Perpaduan Kuliner Padang dan Jawa

KBRN, Jakarta — Rumah Makan Ambo Jowo resmi dibuka di Jakarta Pusat pada Minggu 10 Mei 2026. Restoran yang didirikan Farid dan Diny itu mengusung konsep perpaduan masakan Padang dan Jawa dalam satu tempat.

Farid mengatakan grand opening tersebut menandai dimulainya operasional penuh Ambo Jowo yang menghadirkan cita rasa rumahan khas dua budaya kuliner besar di Indonesia. “Jadi kebetulan memang hari ini adalah hari di mana kita buka secara grand opening restoran kita bernama Rumah Makan Ambo Jowo,” ujar Farid di Jakarta, Minggu.

Ia mengeklaim Ambo Jowo sebagai rumah makan Padang-Jawa pertama di Jakarta. Menurutnya, konsep tersebut lahir dari keinginan menghadirkan makanan kampung bagi para perantau di ibu kota.

“Saya pendatang dari Semarang di Jakarta, dan saya suka makanan kampung dan agak susah menemukan makanan rumah di Jakarta. Makanya saya ingin orang-orang yang merantau bisa makan masakan rumah mereka di sini,” kata Diny.

Farid menjelaskan, menu Padang yang disajikan di Ambo Jowo berbeda dari rumah makan Padang pada umumnya. Hidangan yang ditawarkan merupakan masakan khas kampung yang biasanya hadir dalam acara adat, pernikahan, atau pertemuan keluarga di Sumatera Barat.

“Masakan Padang yang kami sajikan di sini bukan yang biasa ditemukan di rumah makan Padang pada umumnya. Ada menu-menu yang biasanya hanya keluar saat upacara adat atau acara keluarga,” ujarnya.

Beberapa menu khas Padang yang tersedia di antaranya Sambal Lado Uwo, Dendeng Baraci, Cangkuak, dan ayam bakar berbumbu khas. Sementara dari menu Jawa terdapat garang asam ayam bambu, botok udang, dan pecel sayur dengan aneka sayuran tradisional.

Menurut Diny, seluruh menu di Ambo Jowo menggunakan resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Baik dari keluarga Jawa maupun Padang.

“Kebetulan semua resep kami, baik Jawa ataupun Padang, adalah resep keluarga. Jadi, yang kami bawa adalah makanan-makanan yang biasa kami makan di rumah bersama orang tua dan nenek dahulu,” ujarnya.

Dari sisi pelayanan, pengunjung dapat langsung memilih lauk dengan konsep “tinggal tunjuk”. Pelanggan juga dapat menggabungkan menu Padang dan Jawa dalam satu piring sesuai selera.

Farid mengatakan lokasi restoran yang berada di kawasan dekat Monumen Nasional menyasar pegawai instansi pemerintah, generasi muda, hingga wisatawan mancanegara yang ingin mencicipi kuliner tradisional Indonesia.

Selama masa soft opening sejak 2 Mei 2026, Ambo Jowo disebut mendapat respons positif dari masyarakat. Farid menyebut sekitar 70 persen pengunjung selama sepekan terakhir merupakan wisatawan asing, terutama dari Jepang, Korea Selatan, dan China.

“Alhamdulillah, selama soft opening kebanyakan justru turis yang datang. Selama satu minggu terakhir, sekitar 70 persen pengunjung adalah wisatawan asing,” katanya.

Rumah Makan Ambo Jowo memiliki kapasitas hingga 76 orang dan dapat disewa untuk berbagai acara, seperti pertunangan, pernikahan intim, maupun kegiatan kantor. Harga menu dibanderol mulai Rp5.000 hingga Rp99.000 dan tersedia melalui layanan pemesanan daring.

Ke depan, Farid mengatakan pihaknya menargetkan ekspansi ke sejumlah wilayah di Jakarta. Serta membuka peluang kolaborasi bagi investor yang tertarik mengembangkan konsep kuliner Padang-Jawa tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....