Kemenhub Lakukan Audit Investigasi Taxi Green SM, Tindak Lanjut Kecelakaan Kereta

  • 29 Apr 2026 13:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Audit investigasi dilakukan kepada Taxi Green SM menyusul insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
  • Audit investigasi untuk memastikan apakah Taxi Green SM mengikuti kaidah-kaidah keselamatan dan operasional selaku perusahaan taxi yang melayani publik.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah melakukan audit investigasi terhadap Taxi Green SM. Hal ini dilakukan menyusul kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026.

Seperti diketahui, sebelum kecelakaan kereta antara kereta jarak jauh dengan KRL terjadi, KRL terlebih dahulu berhenti. Pasalnya saat itu, KRL laju KRL terhalang oleh Taxi Green SM yang menyangkut di perlintasan kereta di kawasan Bekasi Timur.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, audit investigasi dilakukan secara menyeluruh meliputi semua aspek. Baik aspek operasional, teknis dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Lewat audit investigasi tersebut, Kemenhub ingin memastikan perusahaan tersebut mematuhi kaidah-kaidah keselamatan dan operasional. Hal ini sebagai sebuah perusahaan taxi yang beroperasi untuk umum.

"Kami minta kesabarannya, kami akan mengupdate hasil investasi tersebut. Kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran yang cukup serius," katanya, saat memberikan keterangan pers, Rabu, 29 April 2026.

Dalam proses audit investigasi sendiri Kemenhub langsung melakukan audit inspeksi di lapangan pada ke Pool Taxi Grand SM di Kemayoran, Jakarta. Audit dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada, Selasa, 28 April 2026.

Dalam audit inspeksi tersebut, Kemenhub memastikan Sistem Manajeman Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Audit ini untuk mengetahui apakah sudah berjalan sesuai ketentuan atau tidak sebab berkaitan dengan keselamatan kendaraan.

“Dalam penyelenggaraan angkutan umum ada beberapa elemen yang harus dilakukan sesuai dengan SMK PAU. Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dalam keterangan persnya, Rabu, 29 April 2026.

Aan Suhanan menambahkan, dalam proses pemeriksaan awal pada saat sidak ditemukan beberapa temuan. Temuan tersebut kemudian didalami oleh Kemenhub.

Adapun pendalaman dilakukan di Pool Grand SM di kawasan Kemayoran, Jakarta pada hari lain, setelah audit inspeksi pada, Selasa, 28 April 2026. Sehingga pihak Kemenhub bisa mendapatkan kesimpulan menyeluruh.

"Selain itu, Dirjen Perhubungan Data Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Yakni terkait dugaan keterlibatan kendaraan dalam peristiwa kecelakaan kereta di Kota Bekasi," katanya.

Ia menyatakan hasil dari audit dan inspeksi nantinya akan menjadi dasar pemberian rekomendasi, baik berupa perbaikan sistem keselamatan ataupun sanksi. Saksi tersebut berupa surat peringatan, pembekuan izin sampai dengan pencabutan izin sesuai tingkat pelanggarannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....