Wujudkan Ketahanan Energi, DPR Tegaskan Indonesia Mampu Jawab Tantangan Global

  • 03 Mei 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin buka suara, terkait catatan positif ekonomi dan ketahanan energi Indonesia.
  • Politikus Golkar ini menegaskan, pemerintah Indonesia mampu menjawab tantangan global dalam mewujudkan ketahanan energi.
  • Laporan J.P. Morgan Asset Management menyebutkan Indonesia menjadi negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin buka suara, terkait catatan positif ekonomi dan ketahanan energi Indonesia. Terutama, di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Perang yang terjadi sejak akhir Februari 2026 itu, diketahui menyebabkan gangguan stok minyak mentah diberbagai negara belahan dunia. Politikus Golkar ini menegaskan, pemerintah Indonesia mampu menjawab tantangan global dalam mewujudkan ketahanan energi.

"Laporan J.P. Morgan Asset Management menyebutkan Indonesia menjadi negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia. Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi, Indonesia mampu menjaga stabilitas dan keamanan energinya,” kata Sekjen DEPINAS SOKSI ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 3 Mei 2026.

Tidak hanya itu, Puteri juga menyoroti, capaian positif pemerintah Indonesia di sektor pangan. Indonesia, disebutkannya, menunjukkan kemajuan signifikan menuju swasembada pangan.

"Impor pangan pokok strategis tercatat hanya sekitar 5 persen. Dari total kebutuhan konsumsi di bawah batas impor menurut FAO," ucap Puteri.

Di satu sisi, Puteri membeberkan, ekspor Indonesia juga berhasil tumbuh 7,03 persen. Catatan positif tersebut, turut didukung inflasi yang terkendali, cadangan devisa memadai, hingga surplus neraca perdagangan.

“Selain itu, produksi beras nasional tahun 2025 juga mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Yang tentu, berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya petani,” ujar Puteri.

Sebelumnya diberitakan, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan kemarin bergerak melemah. Laporan mingguan BEI menyebutkan, selama periode 27-30 April 2026 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,42 persen.

IHSG sebelum libur May Day ditutup di level 6.956, 80, lebih rendah dibandingkan akhir pekan sebelumnya di level 7.129. Kapitalisasi pasar juga turun 2,78 persen dari Rp12.736 triliun di pekan sebelumnya menjadi Rp12.382 triliun di pekan ini.

Rata-rata nilai transaksi sepekan ini juga turun sebesar 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun. Sedangkan, pada pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi tercatat sebesar Rp19,61 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi. Pada pekan sebelumnya rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat sebanyak 2,75 juta kali transaksi.

Sementara itu, volume transaksi harian pekan ini turun 17,32 persen menjadi 37,11 miliar lembar saham. Pada pekan sebelumnya, volume transaksi harian tercatat sebesar 44,88 miliar lembar saham.

Dalam satu pekan kemarin, terjadi aliran keluar modal asing dari pasar saham, dengan nilai jual bersih sebesar Rp1,49 triliun. Sehingga sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih mencapai Rp49,87 triliun.

Perdagangan saham di BEI sepanjang pekan kemarin, dipengaruhi oleh perdagangan saham global. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati akibat sentimen negatif utamanya dari faktor eksternal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....