PLN Nusantara Power Perkuat Energi Bersih, Produksi 245 GWh di Awal Tahun

  • 30 Apr 2026 19:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Produksi energi hijau ini dihasilkan melalui implementasi cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap yang dikelola PLN Nusantara Power
  • Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyatakan bahwa cofiring biomassa menjadi solusi transisi energi yang relevan dan adaptif
  • Sepanjang 2025, produksi meningkat 21,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan terus berlanjut pada awal 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - PLN Nusantara Power terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan pembangkitan listrik ramah lingkungan. Pada kuartal pertama tahun 2026, perusahaan mencatatkan produksi energi hijau sebesar 245 Gigawatt hour (GWh).

Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif karena telah melampaui 14,7 persen dari target yang ditetapkan perusahaan pada awal tahun ini. Produksi energi hijau ini dihasilkan melalui implementasi cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap yang dikelola PLN Nusantara Power.

Sepanjang tahun 2025, program cofiring biomassa telah diimplementasikan secara komersial di 25 unit PLTU sebagai bagian strategi transisi energi. Melalui program tersebut, PLN Nusantara Power berhasil memproduksi energi hijau sebesar 1.041 GWh sepanjang tahun lalu.

Selain meningkatkan produksi energi bersih, implementasi cofiring juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon nasional. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan reduksi emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e dari program tersebut.

Sementara itu, pada kuartal pertama tahun 2026, produksi energi hijau sebesar 245 GWh turut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon. PLN Nusantara Power mencatatkan reduksi emisi karbon sebesar 286 juta ton CO2e pada periode tersebut.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyatakan bahwa cofiring biomassa menjadi solusi transisi energi yang relevan dan adaptif. Program ini dinilai mampu diterapkan secara bertahap pada pembangkit eksisting tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik.

“Program cofiring biomassa merupakan wujud nyata komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Melalui optimalisasi aset pembangkit yang ada, kami menghadirkan energi lebih bersih, andal, dan berkelanjutan untuk Indonesia,” ujar Ruly dalam siaran pers tertulis, Kamis, 30 April 2026.

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi cofiring di berbagai pembangkit menunjukkan transformasi menuju energi hijau dapat dilakukan secara konkret. Upaya ini tetap menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan sekaligus mendukung kebutuhan listrik masyarakat.

Selain itu, program cofiring juga membuka peluang penguatan ekosistem biomassa nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Langkah ini turut menciptakan nilai tambah ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di berbagai daerah.

PLN Nusantara Power juga mencatat tren pertumbuhan positif pada produksi energi hijau dari program cofiring. Sepanjang 2025, produksi meningkat 21,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan terus berlanjut pada awal 2026.

Ke depan, PLN Nusantara Power akan terus memperluas inisiatif transisi energi dan mengembangkan inovasi pembangkitan rendah emisi. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....