ASEAN Dorong Ratifikasi Kesepakatan Minyak untuk Perkuat Ketahanan Energi
- 01 Mei 2026 19:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ASEAN mendorong percepatan ratifikasi ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) untuk memperkuat ketahanan energi regional melalui pembagian bahan bakar darurat dan respons kolektif terhadap gangguan pasokan.
- Filipina menekankan pentingnya integrasi energi, termasuk pembangunan jaringan listrik ASEAN, serta komitmen menjaga perdagangan tetap terbuka dan menghindari pembatasan ekspor di tengah ketidakpastian global.
- ASEAN juga memperkuat ketahanan pangan, menjamin pasokan energi untuk layanan penting, serta meningkatkan dukungan bagi UMKM melalui akses pembiayaan guna menjaga stabilitas ekonomi kawasan.
RRI.CO.ID, Manila — ASEAN mendorong percepatan ratifikasi perjanjian keamanan minyak kawasan guna memperkuat ketahanan energi regional di tengah ketidakpastian global. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Filipina, Cristina Roque, yang menegaskan pentingnya implementasi ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA).
APSA dirancang untuk memungkinkan pembagian bahan bakar darurat secara terkoordinasi antarnegara anggota. Perjanjian ini juga mendukung respons kolektif terhadap gangguan pasokan energi, dilansir dari Reuters, Jumat, 1 Mei 2026.
Melalui ratifikasi perjanjian ini, ASEAN diharapkan mampu meningkatkan stabilitas energi dan mengurangi risiko krisis pasokan di kawasan. Selain itu, Filipina juga mendorong pembangunan jaringan listrik ASEAN sebagai langkah strategis untuk meningkatkan distribusi dan berbagi energi antarnegara.
Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat sistem energi regional yang lebih terintegrasi dan tangguh. Di sektor perdagangan, ASEAN berkomitmen menjaga arus perdagangan tetap terbuka dan dapat diprediksi.
ASEAN juga berupaya menghindari kebijakan pembatasan seperti larangan ekspor barang penting selama masa ketidakpastian. ASEAN juga berencana memperkuat dan mempercepat implementasi perjanjian perdagangan bebas yang telah ada, termasuk dengan Tiongkok dan Korea Selatan.
Tidak hanya itu, ASEAN turut menaruh perhatian pada ketahanan pangan dengan memperkuat koordinasi rantai pasok. Langkah ini bertujuan memastikan akses pangan yang stabil dan andal di seluruh kawasan.
Negara-negara anggota juga berkomitmen menjaga pasokan energi bagi layanan penting. Layanan penting tersebut seperti rumah sakit, sistem darurat, dan fasilitas kesehatan selama masa krisis.
Di sisi lain, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan ditingkatkan melalui perluasan akses pembiayaan dan likuiditas. Langkah ini bertujuan untuk melindungi lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi kawasan saat menghadapi guncangan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....