Mentan Apresiasi Akselerasi Gerakan Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi

  • 03 Mei 2026 07:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi kegiatan akselerasi gerakan tanam padi serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi.
  • Mentan menegaskan pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi kegiatan akselerasi gerakan tanam padi serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi. Menurut dia, ini merupakan langkah cepat untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus merespons ancaman musim kemarau.

Gerakan tanam serentak tersebut di antaranya mencakup lahan optimalisasi (oplah) dan cetak sawah rakyat (CSR). Titik utama kegiatan berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang merupakan lahan terdampak bencana beberapa waktu lalu.

Mentan yang hadir secara daring menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah daerah, petani, penyuluh hingga aparat di daerah.

“Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan," ujarnya, Sabtu, 22 Mei 2026. "Kami akan terus mendorong tanam serempak di seluruh Indonesia."

Mentan menegaskan pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas. Ini merupakan bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menambahkan percepatan tanam menjadi salah satu strategi mengantisipasi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026. Menurut dia, pihaknya telah meminta para gubernur dan bupati/wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi.

Ini mengingat puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. “Langkah mitigasi harus disiapkan seperti pemantauan data iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, penguatan infrastruktur air,” katanya.

Sejumlah strategi utama yang didorong antara lain percepatan tanam padi serentak di penghujung musim hujan untuk memaksimalkan ketersediaan air. Kemudian pompanisasi masif guna mendukung suplai air ke lahan pertanian.

Serta optimalisasi lahan rawa agar produktivitas tetap terjaga saat lahan tadah hujan mengalami kekeringan. Penggunaan benih tahan kekeringan juga didorong untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres panas dan keterbatasan air.

Pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor turut diperkuat guna menjaga cadangan air di lapangan. Mentan optimistis gerakan tanam serentak ini akan mempercepat peningkatan produksi serta menjaga ketersediaan pangan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....