Kementan: Surplus Pangan Berpotensi Tingkatkan Daya Tawar Global

  • 27 Mar 2026 15:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Deddy Nursyamsi menyebut surplus pangan dapat meningkatkan daya tawar Indonesia di tengah krisis global.
  • Kenaikan harga global membuka peluang ekspor komoditas pangan dan perkebunan untuk meningkatkan devisa negara.
  • Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga produksi dan kemandirian pangan di tengah ancaman krisis global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Produksi pangan nasional dinilai berpotensi menjadi kekuatan strategis Indonesia di tengah ketidakpastian global, termasuk krisis energi–ketegangan geopolitik. Dengan produksi yang surplus, komoditas pangan dapat dimanfaatkan sebagai instrumen nilai tukar melalui ekspor.

Ahli Utama Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian, Deddy Nursyamsi mengungkapkan peningkatan produksi pangan–komoditas perkebunan memberikan keuntungan ekonomi signifikan. Terlebih, di tengah kenaikan harga energi global, harga komoditas lain juga cenderung ikut meningkat.

"Jika produksi kita terjaga dan ekspor meningkat, maka Indonesia berpeluang memperoleh harga yang lebih baik di pasar global. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan devisa negara," katanya dalam wawancata bersama PRO3 RRI, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menambahkan, sektor komoditas selama ini masih menjadi andalan Indonesia dalam menghasilkan devisa. Oleh karena itu, momentum kenaikan harga global perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat posisi ekonomi nasional.

Menurutnya, kondisi global saat ini justru membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor. Ketika produksi global menurun akibat cuaca ekstrem dan krisis, Indonesia dapat masuk sebagai pemasok utama dan memperoleh keuntungan lebih besar.

Namun demikian, ia menekankan bahwa stabilitas produksi harus tetap dijaga melalui langkah mitigasi dan adaptasi. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya air secara maksimal melalui teknologi panen air.

"Intinya melalui teknologi panen air. Perlu diingat, banyak kawasan perkebunan berada di daerah berombak, bergelombang, hingga berbukit," ucapnya, menegaskan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas lahan agar tidak mengalami kerusakan. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pangan dan perkebunan dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus alat tawar Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah terus memperkokoh ketahanan pangan nasional secara mandiri. Sehingga tetap stabil di tengah dinamika geopolitik global, tanpa bergantung negara lain.

"Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....