Hadapi Disrupsi Teknologi, Wapres Dorong Santri Tremas Pacita Kuasai AI

  • 01 Mei 2026 00:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi Perguruan Islam Pondok Treman, Pacitan, Jawa Timur, Kamis, 30 April 2026. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus untuk memantau langsung pelaksanaan pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotika bagi para santri.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung proses dan hasil pembelajaran serta berdialog dengan para santri. Ia juga memastikan program pelatihan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas literasi teknologi di lingkungan pondok.

Wapres mengingatkan, belajar robotik, belajar AI, dan belajar coding penting sekali untuk mengasah berpikir kritis dan berpikir komputasional santri. Hal ini agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.

"Karena penting sekali nanti ke depan untuk menghadapi tantangan zaman yang serba digital. Ini semua harus belajar dan santri-santri tidak boleh ketinggalan ya," ungkap Wapres.

Dalam sesi dialog dengan santri, Wapres sempat menanggapi kegelisahan salah satu santri yang mengaku khawatir dengan perkembangan teknologi. Santri tersebut menyampaikan ketakutannya bahwa kelak setelah lulus, banyak pekerjaan akan tergantikan oleh robot dan kecerdasan buatan.

"Banyak pekerjaan yang digantikan oleh AI. Orang-orang juga hilang pekerjaannya, seperti di pabrik digantikan oleh robot," ucapnya, seraya memberi contoh.

Menjawab hal itu, Wapres menegaskan bahwa manusia tetap memegang peran utama di balik teknologi. "Robot yang bikin siapa?, itu manusianya kan?," ujarnya.

"Itu AI bikin prompting, yang ngetik prompting-nya masih manusia kan?, justru sekarang akan banyak pekerjaan-pekerjaan baru. Jadi, enggak usah takut, manusia enggak akan tergantikan," ucap Wapres.

Wapres pun menekankan bahwa kunci menghadapi perubahan adalah kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi. "Ini yang namanya disrupsi teknologi semakin tidak bisa kita kontrol. Makanya kita harus selalu meng-upgrade diri," katanya

Sebelumnya, Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas K.H. Luqman Harist Dhimyathi, menyampaikan harapannya aga rpelatihan teknologi ini terus berlanjut. "Para santri kami sangat senang dan merasa mendapatkan ilmu yang luar biasa dengan ilmu teknologi ini," katanya berharap.

Sebagai informasi, Pelatihan AI dan Robotika ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 30 Santri dan Santriwati Tingkat Madrasah Aliyah. Kegiatan ini memperkenalkan kurikulum robotik berbasis computational thinking untuk menguatkan logika, pemikiran matematis, dan kemampuan memecahkan masalah sejak dini.

Program ini menggunakan robot Whalesbot yang disusun bertahap dari level dasar hingga mahir. Melalui praktik langsung, santri belajar merakit dan memprogram robot sekaligus berpikir sistematis dan kritis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....