Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap Digelar, HPK Soroti Pemajuan Budaya

  • 29 Jul 2026 21:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • HPK akan menggelar Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 pada 8 Agustus di Malang untuk membahas arah pembangunan kebudayaan Indonesia.
  • Kongres akan membahas rekonstruksi sejarah Nusantara, pelestarian nilai budaya, dan penguatan kebijakan kebudayaan nasional.
  • Rangkaian kongres digelar di lima wilayah, dengan harapan ke depan dapat menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) terhadap Tuhan YME akan menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Nusantara pada 8 Agustus 2026 di Malang. Kegiatan tersebut merupakan forum nasional yang akan mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan kebudayaan Indonesia.

Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Nusantara 2026, Hadi Prajoko menyampaikan tujuan utama dari terselenggaranya forum tersebut. Ia mengatakan bahwa forum ini menjadi wadah dialog lintas komunitas budaya, akademisi, tokoh adat, hingga pemerintah.

"Pelaksanaan kongres ini ditujukan sebagai upaya menghidupkan, menjaga nilai keluhuran dan kearifan. Serta sarana mewariskan objek pemajuan kebudayaan kepada generasi selanjutnya," katanya saat dihubungi oleh RRI, Rabu, 29 Juli 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa ada sejumlah poin besar yang menjadi bahan diskusi dalam forum tersebut. Diantaranya, merekonstruksi narasi sejarah peradaban Nusantara secara ilmiah, meluruskan distorsi sejarah, serta memperkuat landasan akademik bagi kebijakan kebudayaan nasional.

Ia menyampaikan rangkaian kongres akan digelar secara bertahap di lima wilyah Indonesia. Diantaranya, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Bali.

"Kongres Kebudayaan Nusantara akan digelar di lima wilayah, mulai dari Jawa Timur hingga Bali. Kami berharap pada penyelenggaraan berikutnya kegiatan ini dapat menjangkau seluruh provinsi di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pengarah Kongres Kebudayaan Nusantara 2026, Dimas Indianto Sastronagoro memberikan pandangannya terhadap forum tersebut. Ia menilai Kongres Kebudayaan Nusantara merupakan momentum penting untuk mempertemukan berbagai perspektif budaya dalam ruang dialog yang inklusif.

"Kebudayaan adalah rumah besar bangsa Indonesia. Melalui kongres ini kita tidak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga merumuskan arah masa depan kebudayaan," ucapnya, menegaskan.

Ia berharap kongres mampu menghasilkan gagasan strategis yang dapat memperkuat posisi kebudayaan sebagai fondasi pembangunan nasional. Sekaligus memperkokoh identitas Indonesia di tengah perubahan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....